Menurut Iwan, untuk mengantisipasi kenaikan harga kacang kedelai, ia menyiapkan dua pilihan bagi konsumennya, yakni ukuran tahu yang diperkecil atau harga naik.
“Antisipasi dari potongan dikecilin lagi, ukurannya. Tergantung yang belanjanya, gamau yang kecil, naikin aja (harganya),” ujarnya.
Iwan mulai merasakan kenaikan harga kedelai sejak awal November 2020. Menurutnya, sejak saat itu hingga sekarang harga kedelai cenderung naik.
Baca Juga:Menpan RB Dinilai Tidak Adil, AGPAII Tolak Rekrutmen CPNS dan PPPK Minus Guru AgamaPDIP dan Golkar Berebut Posisi Teratas di Survei LKPI
“Kalau sebelumnya (November) harganya naik turun, sedikit-sedikit. Tapi sejak November awal, kenaikan hampir Rp 250 ribu/kwintal. Saya beli biasanya Rp 700 ribu/kwintal, sekarang jadi Rp 950 ribu, kan itu lonjakannya besar banget,” jelasnya.
Saat ini, kedua produsen tahu tersebut berharap pemerintah segera mengatasi kenaikan harga kacang kedelai tersebut. Sebelumnya, Kepala
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan, kenaikan harga tahu dan tempe karena melonjaknya bahan baku tidak hanya terjadi di Kota Bandung.
Ia menuturkan, saat ini proses impor sedang mengalami kendala karena pandemi Covid-19. Sehingga stok kedelai di Indonesia semakin menipis.
“Kebetulan sekarang impor dari Amerika itu belum masuk ke Indonesia tertahan karna pandemi Covid-19 ada Nataru di Amerikanya sehingga tertahan untuk masuk ke Indonesia,” jelasnya.
Sebelumnya, Koperasi Produsen Tahu Indonesia (Kopti) telah mengeluarkan surat bernomor 001/KOPTIA/2019 terkait sosialisasi kenaikan harga tempe tahu dan ajakan mogok produksi jualan.
Surat yang dikeluarkan pada 29 Desember tersebut ditujukan kepada seluruh anggota Kopti Kota Bandung serta pengrajin tempe dan tahu Bandung Raya.
Baca Juga:Menkes: Butuh 3,5 Tahun untuk Selesaikan Proses Vaksinasi Covid-19 di IndonesiaApakah Kamu Terdaftar Penerima Vaksin Covid-19? Cek di Sini
Dalam rangka sosialisasi atau pemberitahuan tentang rencana kenaikan harga tempe dan tahu dari 20-30 persen, akibat tidak terkendalinya kenaikan harga kedelai yang diprediksi akan terus naik. Hal ini sesuai dengan surat edaran Puskopti Jawa Barat Nomor 059/K-PUSKOPTIXII/2020 tanggal 28 Desember 2020 dan surat ajakan PUSKOPTI DKI Jakarta 12020 Nomor 01/Puskopti/OKI/X11/2020 tentang Himbauan Mogok Produksi Pengrajin Tempe Tahu se-DKI dan sekitarnya dengan damai serta Hasil Rapat Pengurus dan Pengawas serta anggota Gakoptindo tanggal 28 Desember melalui Zoom Meeting, maka dengan ini Pengurus Kopti Kota Bandung meminta agar
