Dinsosnangkis Kota Bandung Klaim Bantuan Sosial untuk Disabilitas 86.77 Persen, Hasil Survei Baru 52 Persen

Dinsosnangkis Kota Bandung Klaim Bantuan Sosial untuk Disabilitas 86.77 Persen, Hasil Survei Baru 52 Persen
0 Komentar

BANDUNG – Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung Tono Rusdiantono mengatakan, realisasi bantuan sosial (bansos) Covid-19 bagi penyandang disabilitas di Kota Bandung sudah tepat sasaran.

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan sosialisai terkait bantuan cukup masif, selain melalui surat juga melalui corong Humas Kota Bandung dan aparat kewilayahan.

’’Jadi menurut hemat saya sudah tepat sasaran,” ungkap Tono saat mengisi acara webinar Survei Penyaluran Bantuan Sosial di Tengah Pandemi Covid-19 kepada Penyandang Disabilitas di Kota Bandung, Selasa (6/10).

Baca Juga:Oded Minta Alasan Pemprov Jabar Tetap Status Zona Merah untuk Kota BandungMinta warga Nahdhiyin Berikan Dukungan untuk Bedas

Berdasarkan data, realisasi bansos tersebut sudah mencapai angka 86.77 persen atau sebanyak 4.460 orang. Apabila dilihat dari instansi sumber bansos, terdapat lima instansi yang melakukan realiasasi bantuan dengan jumlah dan jenis bantuan yang berbeda-beda.

Pertama, Direktorat Jenderal Rehabiitasi Kementrian Sosial RI sebanyak 458 berupa uang tunai (ASPD). Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jamina Sosial Kementrian Sosial RI sebanyak 396 dengan jenis bantuan serupa. Berikutnya berasal dari Balai Rehabiitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wytaguna Bandung Kementrian Sosial RI sebanyak 799 bantuan berupa paket sembako.

Bantuan lainnya yakni berasal dari Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kota sebanyak 1.902 bantuan berupa uang tunai dan sembako. Terakhir dari Dinsosnangkis Kota Bandung sebanyak 905 berupa paket sembako.

Sementara itu, berdasarkan survey yang dilakukan oleh Bandung Independent Living Centr (BILiC) dan Indonsian Corruption Watch (ICW) kepada 120 orang penyandang disabilitas di Kota Bandung pada 21 Juli – 26 Agustus 2020 menyatakan, informasi mengenai bantuan sosial bagi penyandang disabilitas belum merata diperoleh penyandang disabilitas.

Hanya 53 persen yang mengetahui informasi adanya bantuan jarring pengaman sosial (JPS), sementara 47 persen sisanya tidak mengetahui program bansos.

Para penyandang disabilitas yang mengikuti surve tersebut berharap bansos saat pandemi covid-19 seperti saat ini lebih tepat sasaran, jenis bantuan diperbanyak, memberikan modal usaha, dan lain sebagainya.

Sebagaimana diketahui, terdapat 20 persen penyandang disabilitas yang tidak memiliki mata pencaharian dan berpenghasilan.

Baca Juga:Aksi Unjuk Rasa Ribuan Buruh di Cimahi Tidak Hiraukan Masa Pandemi Covid-19Polisi Amankan Pria yang Ancam Kadis PUPR KBB Sambil Bawa Ular Piton

Sementara itu, 40 persen penyandang disabilitas menjadi tidak berpenghasilan dan sisanya mengalami penurunan penghasilan. Ragam disabilitas yang berpenghasilan didominasi oleh disabilitas sensorik (tuli-netra). Adapun yang tidak berpenghasilan meliputi disabilitas daksa, mental, intelektual, dan ganda.

0 Komentar