Nasib Pilwabup Bekasi Tak Jelas

Nasib Pilwabup Bekasi Tak Jelas
Ketua Umum LAMI, Jonly Nahampun
0 Komentar

CIKARANG– Dua kali perte­muan yang difasilitasi Kemen­terian Dalam Negeri (Kemend­agri) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk segera menyelesaikan persoalan Pemilihan Wakil Bupati (Pil­wabup) Bekasi sisa masa jabatan 2017-2022, belum membuahkan kepastian.

Buah dari agenda pemangilan para Ketua DPP Partai Koalisi yang tadinya di Kantor Peng­hubung lalu dipindah ke Hotel Borobudur di Kawasan Jakarta Pusat, justru mendapat sorotan tajam dan perhatian serius dari Lembaga Aspirasi Masyarakat In­donesia (LAMI).

LAMI meminta, Komisi Pember­antasan Korupsi (KPK) untuk ikut terlibat dalam mengawasi proses pemilihan Wakil Bupati Bekasi. Pasalnya, LAMI mensiyalir, ada aroma Korupsi, Kolusi dan Nepo­tisme (KKN) yang sangat kental.

Baca Juga:Delapan Kandidat Berebut Kursi Ketua DPD Golkar SumedangPDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Mau Naikkan Tarif

“Perpindahan tempat rapat harus diatur dalam Perencanaan Keuan­gan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Biaya rapat dihotel itu besar dan tidak mungkin biaya tersebut dibiayai oleh para calon Wakil Bu­pati sisa masa jabatan 2017-2022,” tegas Ketua Umum LAMI, Jonly Nahampun, Kemarin (20/8/2020).

Belum lagi, sambung Jonly, biaya-biaya saat difasilitasi Kemend­agri dan biaya sebelum adanya fasilitasi di Kemedagri, karena ini menyangkut terkait keuangan Negara, dimana harus melalui aturan dan regulasi yang jelas tentu kegiatan rapat maupun makan minum bukan anggaran yang kecil bahkan transportasi para peserta.

“Ini, menjadi pertanyaan besar yang akan muncul dimasyarakat. Perlu adanya transparansi terkait anggarannya apakah di DPA Provinsi Jawa Barat atau Pemda Kabupaten Bekasi. Jangan sampai ada ‘sponsor’ yang berkepentingan masuk kedalamnya,” sindir Jonly.

Untuk itu, LAMI meminta KPK untuk memantau proses rapat-rapat dalam pembahasan polemik pemilihan Wakil Bupati Bekasi sisa masa jabatan 2017 -2022.

“Kami minta KPK untuk menga­wasi anggaran rapat-rapat pelak­sanaan pembahasan polemik pemilihan Wakil Bupati Bekasi ini,” pungkasnya.

Sementara itu Sekertaris Dae­rah (Sekda) Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), Setiawan Wang­sa Atmaja prihatin dengan kondi­si proses Pemilihan Wakil Bupati (Pilwabup) Bekasi yang tidak juga kunjung selesai, namun disisi lain pihaknya meminta agar pros­esnya berjalan normatif.

0 Komentar