Kisah Olly Sastra dan Merah Putih: Srikandi dari Cirebon, Wanita Pertama yang Berani Mengibarkan Bendera Merah Putih

Kisah Olly Sastra dan Merah Putih: Srikandi dari Cirebon, Wanita Pertama yang Berani Mengibarkan Bendera Merah Putih
Salah satu putri Olly Sastra menunjukkan foto-foto Olly Sastra saat berjumpa Bung Karno dalam beberapa kesempatan. Foto: Khoirul Anwarudin/Radar Cirebon
0 Komentar

Bendera merah putih yang menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat Cirebon dalam melawan penjajah dijaga dengan baik. Termasuk foto foto Olly Sastra saat berjumpa Bung Karno dalam beberapa kesempatan. Semuanya tersimpan dengan rapih di rumahnya yang sudah berumur 137 tahun. lebih lengkap, kisah perjuangan ibundanya terekam dalam memoar  “Catatan Kisah Perjuangan Masyarakat Kota Cirebon”.

Menurut Esti, ibundanya diberi gelar Srikandi dari Cirebon sebab keberaniannya mempertaruhkan nyawa demi sang merah putih. selain itu, Olly Sastra juga dikenal sebagai pribadi yang supel. Mampu begaul dengan kalangan manapun. Olly juga aktif di banyak organisasi. Mulai dari gerakan kepanduan hingga gerakan sosial.

Setelah masa penjajahan, kantor Djawa Hooko Kai yang merupakan markas tentara berubah menjadi Panti Pendidikan Anak-anak (PPA), yakni panti asuhan bagi anak-anak korban perang. Saat itu, Olly juga aktif menjadi pengasuh ratusan anak anak korban perang. namun sayang, gedung itu kini sudah tak berbekas. digantikan oleh pertokoan.

Baca Juga:Bantuan Subsidi Upah Masih Ada Embel-embel Harus Aktif di JamsostekTinggalkan Man City, David Silva Berlabuh di Real Sociedad

Olly tutup usia pada tahun 1994 pada umur 69 tahun. Namun ia tidak mau dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP). Olly dimakamkan di pemakaman Pronggol bersama dengan pejuang Cirebon lainya, Kapten Mahmud Pasha.

Kendati demikian, Menyadur dari kata-kata sang Ibunda, Esti menyebutkan, seorang pahlawan tidak harus dimakamkan di Tempat Pemakaman Pahlawan. Atau juga harus memiliki tanda kepahlawanan. Baginya, sang Ibunda merupakan pahlawan sejati untuk keluarga, karena telah mengajarkan banyak hal. “Memang banyak yang meminta supaya nama ibu Olly Sastra diajukan sebagai salah satu pahlawan nasional. Tapi tidak perlu lah. Biarkan nama beliau harum dengan sendirinya saja,” ungkap Esti.

Walaupun bendera merah putih yang pernah diselamatkannya semakin usang termakan zaman, namun jasa-jasanya tetap layak dikenang. Keberanian dan kecintaanya pada sang saka merah putih membuat sang saka merah putih tetap berkibar hingga kini. (war)

Laman:

1 2
0 Komentar