oleh

Ada 1.854 Janda di Kota Cimahi Butuh Perhatian

CIMAHI – Dampak ekonomi akibat pandemic Covid-19 di Kota Cimahi membuat warganya banyak mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan, berdasarkan data jumlah masyarakat yang mengalami rawan ekonomi kebanyakan adalah perempuan dewasa yang statusnya menjanda.

Kepala Bidang Sosial pada Dinas Sosial P2KBP3A Kota Cimahi, Agustus Fajar mengatakan, jumlah janda yang rawan ekonomi jumlahnya mencapai 1.854 orang.

Kepala Bidang Sosial pada Dinsos P2KBP3A Kota Cimahi, Agustus Fajar mengatakan, perempuan rawan sosial ekonomi merupakan seorang perempuan dewasan menikah, belum menikah atau janda yang tidak memiliki penghasilan cukup untuk memenuhi keburuhan pokok.

Baca Juga:  Gratis! Besok, BPBD Jabar Gelar Sentra Vaksinasi di Kota Cimahi

“Jumlah perempuan rawan sosial ekonomi di kita berdasarkan data terakhir itu ada 1.854,” terang Agustus kepada wartawan Rabu, (24/6)

Menurutnya, ada sejumlah kriteria seorang perempuan masuk Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE), yaitu dari segi umur rentan usia 18 hingga 59 tahun.

Kemudian istri yang ditinggal suami tanpa kejelasan, menjadi tulang punggu keluarga hingga berpenghasilan kurang atau tidak mencukupi kebutuhan hidup layak.

Baca Juga:  Bakal Dapat Insentif, Ribuan Nakes Hingga Sopir Ambulan di Kota Cimahi

“Kalau perempuan itu pencari nafkah utama di keluarganya, berarti masuk rawan sosial ekonomi,” jelas Agustus.

Dikatakan Agustus, data perempuan rawan sosial ekonomi di Kota Cimahi itu didapat berdasarkan hasil pendataan dan assesment oleh para kader di lapangan.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga