oleh

Selama Satu Tahun, Puluhan Ton Daging Celeng Dijual di Pasar Baleendah dan Majalaya

SOREANG – Masyarakat harus waspada jika ingin mengkonsumsi daging. Sebab, jajaran Polresta Bandung telah menemukan sebanyak 63 ton daging Babi (Celeng) yang di jual di pasar-pasar tradisional.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, awalnya temuan daging babi itu informasinya beredar di pasar tradisional Kabupaten Bandung.

’’Masyarakat Desa Kiangroke Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung sempat heboh dengan ditemukan daging-daging yang berasal dari babi itu,’’ tutur Hendra kepada wartawan ketika ditemui dalam press converence di Mapolresta Bandung, Senin, (11/5)

Mendengar informasi tersebut, Satgas Pangan Polresta Bandung langsung melakukan penyelidikan dan mengungkap peredaran daging yang dijual seolah-olah menjadi daging sapi itu.

Dia mengatakan, perderan daging babi ini disinyalir ingin memanfaatkan wabah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19), dan bulan ramadan.

Dari modusnya, para tersangka ini tidak begitu saja menjual daging babi, namun daging tersebut di olah terlebih dahulu sebelum di pasarkan, sehingga menyerupai daging sapi. Teknisnya daging babi ditambahkan borak, sehingga warnanya menyerupai daging sapi.

’’Kemudian dijual seharga daging sapi, tetapi lebih murah dari harga pasaran,” ungkap Hendra.

Hendra menjelaskan, para tersangka yang berhasil diamankan adalah P 46 Waga Wonosobo dan T 55 merupakan warga yang berasal dari Kabupaten Sukabumi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.