Berli mengaku hingga saat ini ada sebanyak 96.000 alat rapid test sudah disebarkan ke 27 kabupaten /kota di Jawa Barat. Terkait potensi penambahan jumlah kasus positif COVID-19 di Jabar seiring dengan digelarnya tes cepat. Menurutnya, tenaga kesehatan yang ada di Jabar sudah siap mengantisipasi lonjakan jumlah kasus positif COVID-19.
“Hanya saja, para tenaga kesehatan ini masih perlu dilengkapi APD yang sesuai standar WHO, sehingga merekapun terlindungi dari potensi terpapar virus, saat menangani mereka yang positif COVID-19,” imbuhnya.
“Kurangnya APD standar yang digunakan para nakes saat penanganan COVID-19, juga menjadi prioritas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, untuk segera dilengkapi ketersediaannya,” pungkasnya. (mg1/yan)
