oleh

Sri Mulyani Keukeuh Kejar Pajak Netflix Hingga Zoom

JAKARTA – Kementerian Keuangan memberikan perhatian lebih terhadap perusahaan asing seperti Netflix hingga Zoom dalam hal pemenuhan kewajiban pajaknya di tengah pandemic Covid-19.

Langkah itu ditempuh karena subjek pajak perusahaan asing itu turut mencari keuntungan di tanah air.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut pemerintah telah mengambil kebijakan pembatasan aktivitas di luar rumah di tengah wabah penyebaran virus korona.

Baca Juga:  Awasi Destinasi Wisata, 15.000 Rapid Test Antigen Disiapkan Disparbud Jabar

Kebijakan itu berdampak pada penggunaan aplikasi digital seperti dua perusahaan tersebut cenderung tinggi.

“Memiliki significant economic presence, seperti Netflix dan Zoom yang sekarang banyak digunakan bisa menjadi subyek pajak kita,” ujarnya dalam video conference, Rabu (1/4).

Selain itu, Sri Mulyani juga melanjutkan, pihaknya juga mengincar pajak dari transaksi elektronik. Sebab, selama wabah virus korona permintaan kebutuhan elektronik masyarakat meningkat.

“Kita jaga memasukan pajak atas transaksi elektronik. Covid-19 ini menjadi sangat besar pergerakan transaksi di elektronik,” tuturnya.

Baca Juga:  Panglima TNI Marsekal Hadi Didesak Dicopot, Ternyata Bukan Hanya Karena KRI Nanggala Tenggelam

Menurutnya, kebijakan bekerja dari rumah saat ini banyak mengandalkan barang elektronik. Hal tersebut dapat menjadi sumber pajak mengingat besarnya potensi transaksi elektronik ini.

“Ini untuk menjaga sumber-sumber perpajakan di Indonesia,” tutupnya. (jpg)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga