Jamaah Umrah Harus Perpanjang Visa

Jamaah Umrah Harus Perpanjang Visa
SAAT BERANGKAT: Para jamaah saat akan menaiki pesawat untuk melaksanaan ibadah umrah. Saat ini, para jamaah diimbau untuk memperpanjang visa.
0 Komentar

JAKARTA- Pemerintah Arab Saudi mengimbau kepada jamaah umrah yang tak sempat meninggalkan negara itu akibat pemberlakuan aturan larangan berpergian untuk mengajukan perpanjangan visa.

Seperti dikutip dari Saudi Press Agency (SPA), Rabu (25/3), Direktorat Jenderal Paspor meminta, semua jamaah yang masa berlaku visanya habis bisa mengajukan perpanjangan sebagai pengecualian, demi menghindari hukuman denda bahkan pidana.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan direktorat, bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah, perpanjangan visa bisa diajukan melalui situs web kementerian, paling lambat pada Sabtu (28/3).

Baca Juga:Berharap Kebijakan Belajar di Rumah Bisa DiperpanjangDewan Nilai Pembatalan UN Keputusan Tepat

Disebutkan pula, bahwa otoritas terkait akan mengatur pemulangan para jamaah ke negara masing-masing. Pihak berwenang akan memberi tahu jamaah perincian dan waktu penerbangan melalui SMS ke nomor telepon yang terdaftar.

Pemerintah Saudi pada 14 Maret 2020 mengumumkan penghentian semua penerbangan internasional untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Seorang sumber di Kementerian Dalam Negeri mengatakan, seluruh penerbangan internasional dihentikan mulai Minggu (15/3) pukul 11.00 waktu setempat. Namun beberapa penerbangan akan dikecualikan untuk kasus tertentu selama periode tersebut.

Warga Saudi dan ekspatriat yang berada di luar negeri dan tak bisa masuk sebagai imbas dari keputusan ini, tak akan dikenakan konsekuensi apa pun karena tidak masuk kerja atau aktivitas lain.

Periode tersebut akan dianggap sebagai hari libur luar biasa bagi mereka. Demikian halnya dengan warga yang ingin pulang ke daerah masing-masing.

Sementara itu, pemerintah Arab Saudi juga baru mengonfirmasi kematian pertama akibat virus corona pada Selasa (24/3), setelah kasus infeksi di negara itu menembus angka 767.

Kementerian Kesehatan Saudi melaporkan, bahwa pasien yang meninggal merupakan warga Afghanistan di Madinah.

Baca Juga:Disdik Rencanakan Perpanjangan Masa Belajar di RumahDedi Dorong Pemotongan Gaji Pejabat

Dalam kesempatan yang sama, Kemenkes Saudi juga melaporkan 125 kasus corona baru, menjadi lonjakan terbesar di negara itu dalam sehari. Dengan total kasus 767, Saudi menjadi negara Teluk dengan kasus infeksi virus corona tertinggi.

Guna mencegah penyebaran virus corona lebih jauh, Saudi sudah menerapkan jam malam sejak awal pekan ini. Mereka juga menutup bioskop, mal, hingga restoran.

Tak hanya itu, mereka juga menangguhkan ibadah umrah yang menjadi salah satu penyumbang devisa bagi negara ekonomi terbesar di teluk tersebut. (der/fin/drx)

0 Komentar