membalikkan keadaan. Skuad All-Star harus puas dengan hasil 60-82 pada hari
ini. Fernando Manansang kembali menjadi top scorer tim dengan 14 poin. Disusul
oleh Andreas Bonfil yang mencetak 13 poin. Sedangkan dari kubu Louvre Surabaya,
poin terbanyak diciptakan oleh Dio Tirta dengan 23 poin.
Meski
mengalami kekalahan kali ini, coach Dhimas Anies tetap merasa bangga pada
timnya. “Anak-anak sudah bermain dengan bagus mereka bisa all out di
pertandingan hari ini. Hanya saja tadi saya mencoba beberapa komposisi tim yang
tak pernah diterapkan sebelumnya. Hal ini bertujuan agar semuanya dapat minute
play yang sama,” ujarnya.
Sama
halnya dengan coach Dhimas, pelatih Louvre Surabaya, Andika Saputra juga
memberikan apresiasi untuk tim putra DBL All-Star. “Mereka memiliki
kualitas fundamental yang bagus di usianya yang masih muda. Akan tetapi saya
merasa chemistry bermain harus ditingkatkan lagi,” tuturnya.
Baca Juga:UIN SGD Bandung Siap Sambut World Class UniversityRobert: Serangan Persib Semakin Berbahaya
Tak hanya soal scrimmage, ia pun membagi teknik-teknik yang bakal dikencangkan saat skuad putra All-Star berlaga di Amerika Serikat. “Yang perlu latihan itu defense, karena kita baru pertemuan defense dua kali. Belum solid defense-nya. Jadi itu sih yang perlu ditambahin,” ucapnya. (*)
