karena merasa solider pada sejawat.
Suasana menakutkan itulah
yang membuat penanganan awal wabah ini tidak maksimal. Pemda setempat pun
merasa sudah cukup ketika sudah menutup pasar ikan yang bercampur pasar binatang
liar itu.
Bunyi postingan dokter Li
memang menakutkan –untuk ukuran saat itu. Isinya: “Ditemukan tujuh orang
terkena virus SARS dari pasar induk Huanan,” tulis dokter Li.
Mungkin kata SARS itulah
yang menakutkan. Masak ada SARS lagi. Dan dokter Li pun dianggap menyebarkan
ketakutan umum.
Baca Juga:e-Paper Jabar Ekspres Edisi 11 Februari 2020Pedagang Gugat Perda KTR Kota Bogor
“Dari mana Anda tahu
kalau itu virus SARS,” tegur kepala rumah sakit tersebut.
Dari pemakaian istilah SARS
itulah bisa saja dokter Li dianggap ceroboh. Tapi bisa juga dianggap penuh
kewaspadaan.
Yang ditemukan di tujuh orang
tersebut sama dengan tanda-tanda wabah SARS 18 tahun lalu. Ketika dokter Li
baru berumur 16 tahun.
Padahal –mungkin beginilah
jalan pikiran kepala rumah sakit– wabah SARS sudah dinyatakan padam.
Kewaspadaan dokter Li justru mendapat respons represif dari atasan. Lebih
represif lagi oleh polisi.
Memang akhirnya dipastikan
itu bukan SARS. Tapi sungguh setara dengan SARS. Kalau pun hampir sama dengan
flu tapi lebih berat dari flu.
Dokter Li baru berumur 34
tahun saat meninggal. Anaknya satu, laki-laki, berumur lima tahun. Istri dokter
Li lagi menginginkan anak kedua. Yang sekarang memang sudah diijinkan di
Tiongkok.
Sehari-hari dokter Li
bertugas sebagai ophthalmologist di Wuhan Central Hospital.
Ia perlu memposting bahaya
virus tersebut bukan untuk membuat heboh. Ia ingin teman-teman sejawatnya
waspada. Itu lantaran rumah sakit tempat teman-teman satu grup WeChat itu
berdekatan dengan pasar Huanan.
Baca Juga:XL Axiata Raih Pertumbuhan Pendapatan diatas Rata-rata IndustriEmil-Prabowo Belum Bicara Pilres 2024
Saat dokter Li dipanggil
polisi itu yang terjangkit virus sudah bertambah. Sudah 27 orang. Bertambah 20
orang. Hanya dalam dua hari.
Pasar Huanan sendiri baru
ditutup 24 hari kemudian. Yakni tanggal 22 Januari. Berarti 24 hari setelah
dokter Li memposting peringatan untuk teman-teman sejawatnya itu.
Berarti pula saat pasar itu
ditutup sudah ribuan orang yang sebenarnya sudah tertular.
Mereka lantas menyebar ke
mana-mana. Terutama karena tiga hari kemudian datanglah tahun baru Imlek.
