Kemarin pecah rekor lagi: yang sembuh dari virus corona mencapai 599 orang. Dalam sehari. Tapi yang meninggal memang juga masih bertambah 89 orang.
Penambahan yang meninggal
itu semua di Propinsi Hubei, yang beribu kota di Wuhan.
Kian jelas bahwa problem
utamanya ada di Wuhan. Kalau angka-angka dari Wuhan disisihkan maka jumlah yang
meninggal dunia akibat virus corona hanya 0,2 persen.
Baca Juga:e-Paper Jabar Ekspres Edisi 11 Februari 2020Pedagang Gugat Perda KTR Kota Bogor
Prosentasi itu hanya sedikit
di atas kematian akibat flu: 0,1 persen dari penderita.
Kesimpulan lain: virus
corona ini lebih mirip flu daripada mirip SARS. Atau Ebola. Atau H1N1.
Yang disebut mirip flu
adalah: orang lebih mudah terjangkit tapi tidak lebih mudah mati.
Lebih mudah terjangkit itu
dimaksudkan bahwa proses penularannya lebih mudah.
Misalnya ada orang terkena
virus corona. Lalu bersin di depan kita. Percikan bersin itu terhirup hidung
kita. Maka ada kemungkinan yang menghirup percikan tadi tertular.
Tentu percikan itu tidak
mungkin terhirup kalau yang bersin tidak lebih dekat dari satu meter.
Kalau yang bersin itu
berjarak lebih satu meter mestinya virus tersebut keburu mati di udara.
Kenapa yang di Wuhan begitu
parahnya?
Itulah yang bikin marah
secara nasional di sana. Kemarahan itu dilampiaskan lewat medsos. Saking
besarnya dampak kemarahan itu akan bisa ke politik dan ke kebijakan nasional.
Baca Juga:XL Axiata Raih Pertumbuhan Pendapatan diatas Rata-rata IndustriEmil-Prabowo Belum Bicara Pilres 2024
Jelasnya, keparahan di Wuhan
adalah akibat telatnya penanganan. Amat telat. Penanganan baru dilakukan ketika
virusnya sudah viral. Seviral-viralnya. Mereka pun keburu parah.
Itu akibat tidak segera
terungkapnya wabah virus corona.
Yang banyak meninggal adalah
yang sudah terlanjur parah itu. Yang di Wuhan itu. Sedang yang di luar Wuhan
umumnya tertular belakangan. Setelah wabah ini diketahui secara resmi. Sehingga
banyak yang begitu terkena langsung ditangani.
Karena itu penderita yang di
luar Wuhan sangat jarang yang meninggal. Satu orang yang meninggal di Filipina
dan di Hongkong adalah juga yang datang dari Wuhan. Sudah dalam keadaan parah
pula.
Ingat: virus ini mudah
menular tapi tidak mudah bikin mati. Asal segera tertangani.
