”Cara pencegahan yang lain adalah memberikan ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI, pemberian pola makan, pola asuh, dan sanitasi yang baik kepada anak. Pemberian pola makan dengan memberikan setengah piring sayur dan buah. Setangah piring lagi makanan pokok, berupa karbohidrat dan lauk pauk yang mengandung protein hewani dan nabati,” beber Ajay.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi Chanifah Listyarini menambahkan, stunting disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti kurang gizi dalam waktu lama, tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori, perubahan hormon yang dipicu oleh stres dan sebagainya.
Untuk mencegah agak tidak terjadi stunting, terang Rini, sapaan Chanifah, bayi harus dijaga sejak berada dalam kandungan ibu. Hingga melahirkan pun, bayi tersebut harus dilakukan intervensi dengan pemberian makanan yang bergizi.
Baca Juga:Cegah WNA Dapat Hak Pilih, KPU Lakukan Pencermatan DataBela Jokowi, Majunya Gibran Bukan Bangun Dinasti Politik
”Dari ibu itu lahir itu perlu kita jaga asupan gizinya supaya cukup sehingga nanti dia tidak melahrikan bayi stunting. Stunting ini dia sudah terganggu pada pertumbuhan janinnya sampai 2 tahun pertama,” jelasnya.(mg3/ziz)
SEMUA BERPERAN: Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna meminta semua perangkat daerah, camat, lurah, organisasi profesi, dan seluruh elemen masyarakat termasuk PKK dan ibu-ibu kader harus berperan serta dalam penaggulangan masalah gizi yang berdampak terjadinya stunting
