Bekisting Tanggul Jebol Terus

Bekisting Tanggul Jebol Terus
RESIKOA BANJIR: Dalam upaya pengurangan dampak banjir, Pemkot Cimahi membangun tanggul dan bak pelimpah. Hal ini masih tahap pertama sehingga risiko banjir ke pemukiman masih akan terjadi jika hujan besar.
0 Komentar

”Sekarang sudah 80 persen. Tinggal ngecor beton, cuma banjir lagi ke bawa lagi bekistingnya,” ujar Sambas.

Dia menyebutkan, panjang tanggul yang dibangun dengan biaya Rp 200 juta mencapai 119 meter. Rinciannya, peninggian tanggul mencapai 92 meter dengan ketinggian dua meter dan tanggul beton 27 dengan ketinggian dua meter.

Sambas mengakui, perencanaan pembuatan tanggul itu agak terlambat sehingga pengerjaannya terpaksa dilakukan ketika memasuki musim hujan. Imbasnya, bekising yang sudah dibuat terus diterjang air deras dari sungai hingga jebol.

Baca Juga:Cegah Radikalisme ASN, Kementerian PANRB Adakan Dialog KebangsaanAssesment Kompetensi Minimum dan Survei Karakter jadi Pengganti UN

”Tahun kemarin perencanaannya agak lambat sehingga penegrerja keburu masuk musim hujan,” terangnya.

Menurutnya, tanggul tersebut dibuat untuk mengurangi dampak banjir yang menggenangi jalan dan pemukiman warga di RW 02. Selain tanggul, Pemkot Cimahi juga membuat bangunan pelimpah. Fungsinya untuk membagi air agar yang mengarah ke pemukiman tidak terlalu besar.

”Kita membuat upaya pengurangan genangan dengan tanggul dan bangunan pelimpah yang bertugas membagi aliran. Jadi 30 persen ke RW 02, 70 persen ke sodetan,” ujarnya.

Sebetulnya, lanjut Sambas, dalam perencanaan tidak hanya akan dibangun tanggul dan pelimpah. Tapi beserta sodetan agar air lebih cepat mengalir. Namun anggaran yang ada tidak memungkinkan untuk membuat sodetan.

”Hasil perencanaan itu danaya kurang lebih peerlu Rp 600 juta untuk tuntas. Dana kita hanya Rp 200 juta, jadi kita bagi dua tahap. Jadi yang sekarang memungkinkan bikin tanggul saja dengan bangunan pelimpah,” bebernya.

Erik, penanggungjawab proyek tanggul mengatakan, sejauh ini tercatat sudah enam kali bekisting tanggul jebol saat hujan terjadi. Dengan curah hujan yang cukup tinggi, pihaknya berharap tanggul bisa selesai 25 Desember mendatang.

”Sebelum Natal harus udah beres. Bekistingnya ketabrak terus sama air udah enam kali,” tandasnya.(mg3/ziz)

0 Komentar