oleh

Lima BUMD Minim PAD

BANDUNG– Sebanyak lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung minim menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) terhadap kas daerah.

Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Bandung, Erik M. Ataurik membenarkan, jika lima BUMD yang dimiliki belum bekerja secara maksimal. Hal itu terlihat dari masih minimnya kontribusi BUMD terhadap PAD.

Untuk itu, Pemkot Bandung akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kinerja seluruh BUMD yang dinilai belum memuaskan. Pihaknya juga telah menggelar rapat bersama Banggar DPRD Kota Bandung membahas masalah ini. Dalam rapat tersebut memang sektor pendapatan paling disorot

Baca Juga:  Kursi Komisaris BUMN Diwarnai Kepentingan Politik

“Berdasarkan rapat dengan Banggar, sektor pendapatan jadi concern. Karena niat bentuk BUMD selain untuk memudahkan, juga memberi kontribusi (terhadap PAD), itu hasil evaluasi kami dengan banggar,” kata Erik, Jumat (6/12).

Menurut Erik, Pemkot Bandung telah memberi penyertaan modal kepada masing-masing BUMD. Pihaknya tentu akan meminta pertanggung jawaban kepada jajaran direksi BUMD agar pendapatan bisa dimaksimalkan.

“Sekarang momentum, mereka sedang membuat RKAP 2020. Terus juga sekarang seleksi direksi dua BUMD masih berproses. Masalah pendapatan harus menjadi perhatian,” ucapnya.

Baca Juga:  Dewan Harapkan BUMD Terus Berkontribusi Terhadap PAD Pemprov Jabar

Dia kembali menegaskan semua BUMD yang ada belum bekerja optimal mulai pemanfaatan aset hingga kegiatan bisnis yang belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan. “Yang jelas, empat BUMD belum optimal. Kami lihat dan evaluasi agar lebih baik lagi,” ujarnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga