Desa Nagrog Jadi Sasaran TMMD 2019

CICALENGKA – Kodim 0609/Kabupaten Bandung kembali melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2019. Kali ini kegiatan TMMD di laksanakan di Lapangan Cikahuripan Desa Nagrog, Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, Selasa (10/9). Kegiatan TMMD tersebut di antaranya membangun akses jalan baru sepanjang 617 meter dan kirmir sepanjang 243 meter

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Drs. H. Teddy Kusdiana, M.Si mengungkapkan, kemanunggalan antara TNI dengan rakyat merupakan sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Dirinya meyakini kemanunggalan tersebut merupakan potensi yang efektif dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat pedesaan.

“Kearifan sosial dan budaya dalam aspek kemanunggalan patut ditanamkan dan dikembangkan. Nilai-nilai yang terkandung dalam kemanunggalan ini juga dapat difungsikan dalam mengatasi masalah kemiskinan dan sosial di Kabupaten Bandung,” ungkapnya saat membuka kegiatan TMMD tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2019 di Desa Nagrog, Kecamatan Cicalengka, Selasa (10/9).

Teddy melanjutkan, kemanunggalan merupakan roh TMMD. Hal tersebut selaras dengan motto pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung yakni sabilulungan, yang memiliki arti kebersamaan, saling membantu, seiya sekata dalam setiap gerak pembangunan.

Ia berharap, kegiatan TMMD dapat memicu pertumbuhan sektor ekonomi masyarakat setempat, serta dapat mewujudkan Desa Nagrog sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Bandung.

“Tujuan akhir dari kegiatan ini yakni mensejahterakan rakyat dan menguatkan kemanunggalan antara TNI dan masyarakat. Tak lupa, kami juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat, Korem 062 dan Kodim 0609 yang telah bekerjasama dalam melaksanakan kegiatan ini,” katanya.

Ditempat yang sama, Dandim 0609 Letkol Arh. Teguh Waluyo, S.Ip memaparkan, kegiatan TMMD bertujuan untuk membantu Pemkab Bandung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui pembangunan fisik dan non fisik.

“Pembangunan fisik pada TMMD tahun ini terdiri dari pembangunan jalan beton menuju Kehati (Kawasan Konservasi Keanekaragaman Hayati) sepanjang 374 meter, jalan penghubung Desa Nagrog – Desa Babakan Peuteuy sepanjang 243 meter dan kirmir sepanjang 243 meter,” papar Teguh.

Dalam proses pelaksanaannya, pihaknya membutuhkan waktu yang cukup panjang, mengingat kondisi lokasi sasaran pertama memiliki tanjakan yang terjal. “Lokasi sasaran pertama medannya cukup terjal dan tidak bisa dilalui kendaraan, sehingga proses pengiriman bahan baku ke atas jadi terhambat,” terangnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan