“Nanti akan kita rampungkan diperiode yang sekarang. Apalagi, saat ini di Jawa Barat banyak sekali lompatan-lompatan yang harus diakselerasikan terutama dalam hal legislasi,” kata pria yang pada pemilu legilatif lalu terpilih kembali.
Kemudian, anggota DPRD Jawa Barat asal PDI Perjuangan ini juga akan melakukan pengawasan terhadap pembangunan strategis yang menjadi titik poin baik Jawa Barat yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Kota/Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu.
“Lebih khusus lagi dengan gagasan yang bisa disinergiskan dengan pola pembangunan yang terencana sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Mengengah Daerah (RPJMD),” imbuhnya.
Baca Juga:MPP Mulai DibangunTerkait Kandungan Permen, Dinkes Masih Menunggu Hasil Lab
Dia pun tak segan-segan akan mengkritisi sejumlah kebijakan gubernur sesuai dengan kapasitasnya sebagai anggota legislatif. Namun, kritik yang dilontarkan bertujuan untuk mempertajam kerangka pembangunan, bukan dalam konteks lain.
“Tentu saja dengan pola-pola dalam memberikan masukan dan saran kepada eksekutif dan pasti ada titik temu dalam kerangka kepentingan masyarakat,” ungkap pria yang terpilih di daerah pemilihan (Dapil) Jabar XII ini.
Terkait komposisi di dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD), pihaknya tidak menargetkan apa-apa. Mantan Ketua KNPI Kabupaten Cirebon ini, menyakan siap ditempatkan dimana saja. Artinya, sebagai kader partai yang diberi amanah untuk duduk dilegislatif siap memberikan warna dimanapun ia ditugaskan.
“Sampai sekarang saya masih menunggu, apakah dikomisi 1, 2 atau 5, yang jelas setiap orang yang sudah dimaklumatkan menjadi petugas partai yang duduk dilegislatif, dia harus siap ditempatkan dimana saja,” tegasnya.
Sementara, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat terpilih asal Partai NasDem, Eryani Sulam, menyatakan akan tetap eksis memperjuangkan aspirasi masyarakat dan siap bekerja untuk kemajuan Jawa Barat bersama gubernur dan wakil gubernur juga diusung oleh Partai NasDem.
“Meski kami dapat 4 kursi, tapi tidak menghalangi kami untuk bekerja untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.
Pria asal Kabupaten Indramayu ini menjelaskan bahwa Partai NasDem di periode 2019-2024 ini dalam pembentukan fraksi tentu akan bergabung dengan partai lain, karena tidak memenuhi kuota untuk membentuk satu fraksi tersendiri. “Minimal itu 5 kursi untuk membentuk fraksi tersendiri, kemungkinan kita akan bergabung dengan PPP dan Perindo. Tapi, sampai sekarang nama fraksinya belum tahu,” jelasnya.
