Ratusan Peluru Berkarat Ditemukan di Cimahi

Ratusan Peluru Berkarat Ditemukan di Cimahi
PERLIHATKAN AMUNISI : Anggota Reskrim Polrek Cimahi memperlihatkan peluru berkarat yang ditemukan M.Ridwan di sebuah lahan kosong di Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.
0 Komentar

CIMAHI – Sebanyak 128 butir peluru jenis Mauser yang sudah berkarat ditemukan seorang warga di sebuah lahan kosong di RT 02/02, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

M Ridwan, salah seorang penemu peluru mengatakan, sebenarnya peluru itu ditemukannya September 2017 saat ia bersama rekannya mencangkul lahan. Peluru itu langsung disimpan dan lupa diserahkan kepada pihak kepolisian.

”Kalau sekarang sudah diserahkan ke polisi, tadi ada anggota yang datang ke rumah karena saya yang minta,” kata Ridwan saat ditemui di kediamannya, Senin (2/9).

Baca Juga:ASN Diminta Lebih Fokus Capai Target KerjaProgram Jampersal Terhenti

Menurutnya, setelah penemuan dua tahun silam, peluru berukuran 20 cm itu dimasukan ke dalam kantung plastik dan disimpan di gudang. Kemudian saat hendak membereskan gudang yang akan dijadikan kamar, ternyata ada ratusan peluru yang lupa diserahkan.

”Awalnya istri yang lagi buka keresek, ternyata pas dibuka peluru. Saya juga lupa masih nyimpen peluru dari 2017, karena memang sibuk sama pekerjaan. Tapi bukan disengaja, karena buat apa juga saya simpan barang berbahaya,” akunya.

Ridwan mengaku saat menggali, dia dan rekannya juga menemukan beberapa bilah pisau dan keris, namun tidak disimpan seperti peluru yang ditemukannya. Menurut sesepuh di wilayahnya, daerah tersebut memang dulunya merupakan bunker dan gudang amunisi.

”Sebetulnya bunkernya masih ada, hanya saja lahannya sudah dibeli orang lain dan sekelilingnya sudah ditembok, jadi tidak bisa masuk lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Cimahi, AKP Nana Supriatna mengatakan, peluru tersebut ditemukan Ridwan dan Okib dua tahun yang lalu, namun lupa diserahkan karena kesibukannya.

”Jadi tidak disengaja, dia juga lupa. Beda cerita kalau ada senjatanya atau pelurunya masih baru, bisa kita curigai juga, tapi kalau ini karena faktor lupa,” ujarnya.

Berdasarkan penampakan peluru, kondisinya sudah berkarat dan dipenuhi tanah namun belum bisa dipastikan apakah masih aktif atau tidak.

Baca Juga:Cirebon Harus Berkembang PesatSiap Berkolaborasi bangun Jabar

”Kalau dilihat dari pelurunya sepertinya sudah lama, karena tertimbun tanah. Terlepas aktif atau tidaknya kita akan koordinasi dengan yang terkait. Kalau jenis rincinya belum kita pastikan,”pungkasnya. (mg3/rus)

0 Komentar