Pemkab Targetkan Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara

Pemkab Targetkan Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara
Asep Sodikin, Sekda Kabupaten Bandung Barat
0 Komentar

NGAMPRAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menargetkan untuk meraih penghargaan Swasti Saba Wistara untuk kedua kalinya. Hal itu setelah berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Padapa pada 2013, Swasti Saba Wiwerda pada 2015 dan Swasti Saba Wistara pada 2017.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Sodikin saat kegiatan verifikasi Kabupaten Bandung Barat Sehat menuju Wistara 2 di Gedung Setda Kabupaten Bandung Barat, Ngamprah, Rabu (28/8) menjelaskan, target Swasti Saba Wistara harus tercapai.

Asep mengungkapkan, untuk meraih penghargaan tersebut ada beberapa tatanan yang harus dipenuhi, di antaranya tatanan pemukiman, sarana dan prasarana umum, tatanan kehidupan masyarakat mandiri yang sehat, tatanan kawasan tertib lalu lintas dan pelayanan tranformasi.

Baca Juga:GLS Tantang Siswa Membaca 21 BukuPesimis Fasos-Fasum Masuk Neraca Aset Tahun ini

“Selain itu, tatanan kawasan pariwisata yang sehat, tatanan ketahanan pangan dan gizi, serta tatanan kehidupan yang sehat,” ujar Asep dalam sambutannya.

Menurut Asep, verifikasi ini bukan hanya untuk meraih pengargaan semata, melainkan agar terciptanya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat, agar nantinya masyarakat lebih sehat.

Dirinya menuturkan, untuk meraih Swasti Saba Padapa, Pemkab Bandung Barat berhasil memenuhi dua tatanan. Dan untuk Swasti Saba Wiwerda terpenuhi tiga tatanan. Sedangkan Swasti Saba Wistara berasil memenuhi lima tatanan.

“Untuk meraih Swasti Saba Wistara yang kedua kalinya, tahun ini kita harus bisa memenuhi enam tatanan, untuk memberikan hak masyarakat terhadap lingkungan kehidupan yang sehat secara menyeluruh,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Pusat Kabupaten/Kota Sehat, Iwan Nepwan menjelaskan, penilaian ini merupakan perwujudan pemberian hak bagi seluruh rakyat Indonesia, untuk mendapatkan lingkungan yang sehat secara jasmani, kejiwaan, dan sosial (termasuk rohani/keagamaan).

“Tujuan utamanya untuk memenuhi hak masyarakat mendapatkan lingkungan dan kehidupan yang sehat, fokus pada pemberdayaan masyarakat termasuk swasta di dalamnya,” ujar Iwan.

Melalui program ini, diharapkan masyarakat terus berdaya dan aktivitas menuju kehidupan yang sehat bisa dilaksanakan secara berkesinambungan dan menyeluruh. (drx)

0 Komentar