”Goong renteng di sini memiliki nilai historis dan sakral. Biasanya hanya diperdengarkan setahun sekali dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Sayang hal ini tidak diketahui oleh banyak orang dari luar Kabupaten Bandung,” jelasnya.
Ade mengakui jika dirinya memang tidak begitu paham soal sejarah pasti goong renteng tersebut. ”Yang jelas ini diciptakan oleh salah seorang tokoh Batukarut, Embah Bandong, namun detilnnya sejarahnya saya juga belum terlalu hafal,” tuturnya.
Sementara itu berdasarkan penelusuran literasi, goong renteng memang merupakan jenis gamelan Sunda paling tua. Namun goong jenis itu hanya ada di beberapa daerah saja di Jawa Barat.
Baca Juga:Kartu Pra Kerja Jokowi Bakal GagalMembangun Pribadi Mulia Wakili Masyarakat
Selain Desa Batukarut, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Wikipedia melansir bahwa goong renteng juga dapat ditemukan di di Kabupaten Sumedang, Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Indramayu. Namun goong renteng Batukarut memang memiliki keunikan tersendiri berkat lagu-lagu yang diciptakan oleh Embah Bandong dan tercatat dalam sejarah pernah ditabuh pada acara Congres Java Instituut (17 Juni 1921) lalu di Bandung. (rus)
