oleh

Genjot Pendataan Adminduk Khusus Nonpermanen

BANDUNG– Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung terus mendata jumlah kependudukan mahasiswa dan pekerja atau nonpermanen. Pendataan tersebut dijadikan sebagai database yang diklaim sebagai landasan dasar kebijakan dalam optimalisasi pelayanan publik.

Kabid Pengelolaan Informasi, Administrasi dan Kependudukan pada Disdukcapil Kota Bandung, Wuryani mengungkapkan, pendataan kependudukan tidak hanya fokus pada warga asli Kota Bandung saja, melainkan juga fokus pada warga yang saat ini berstatus mahasiswa atau pekerja.

Baca Juga:  Pramono Anung Datang Langsung ke Pemilu Ketua IA ITB, Hasil Kinerja dan Laporan Pengurus IA ITB 2016-2021 Diterima

“Minimal enam bulan di Kota Bandung, mereka masuk kategori penduduk nonpermanen dan diharuskan mendaftar ke Disdukcapil,” katanya di Balai Kota, kemarin.

Sejauh ini, sebut dia, banyak dari mereka yang tidak diketahui keberadaannya atau tak terdata dengan maksimal. Melalui program pendataan ini, kata dia, diharapkan akan memiliki database baru.

“Kita bisa lihat jumlah perguruan tinggi, perusahaan, mal, hotel dan rumah makan, karena mereka yang berkerja atau menjadi mahasiswa kebanyakan bukan warga Kota Bandung, sehingga perlu pendataan yang jelas dan valid,” terangnya.

Baca Juga:  Gelar Sekolah P3SPS, KPID Jabar Dapatkan Apresiasi dari Komisi I

Menurutnya, sejauh ini pemetaan penduduk Kota Bandung sudah cukup optimal hanya saja pemetaan penduduk bagi nonpermanen ini yang belum optimal. Sebab, mereka juga perlu mendapatkan fasilitas publik seperti air bersih, transportasi dan lain-lain.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga