Ardianto juga ingin ke depannya Balai Bahasa Jawa Barat mempunyai saka pramuka sendiri yang akan diberi nama Saka Budaya Dharma. Ardianto berharap Saka Budaya Dharma dapat menjadi wadah bagi para mahasiswa/pelajar di Jawa Barat untuk berkreativitas lebih dalam di bidang sastra. Ia juga berharap agar program ini segera terlaksana sehingga dapat segera berkarya.
Sementara itu, Asep Juanda, M.Hum. pembimbing peserta magang di Balai Bahasa Jabar, mengatakan bahwa pada akhir magang, mahasiswa akan mempresentasikan penelitian kecil di bidang bahasa atau sastra yang telah dibuat selama magang. ”Mahasiswa juga harus menyerahkan laporan magang sebagai syarat untuk mendapatkan nilai ke kampus masing-masing,” kata Asep. (Asj).
