oleh

Kader PKK Harus Jadi Detektif Anak Putus Sekolah

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengharapkan kader Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) di tingkat provinsi dan kabupaten kota menelusuri dan medeteksi anak yang terancam putus sekolah. Ini seiring dengan rencana Pemdaprov Jabar yang akan menggratiskan biaya masuk SMU/ SMK yang dikelola provinsi.

“Saya titip ke Bu Atalia sebagai ketua TP PKK Jabar saya kasih tugas menjadi detektif mencari anak putus sekolah. Jadi di Jabar tidak boleh ada anak putus sekolah,” kata Gubernur ditemui usai menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 tingkat Jabar, di Bale Asri Pusdai Bandung, Rabu (26/06).

Baca Juga:  Kalahkan AS, Indonesia Jadi Produsen Biodiesel Terbesar Dunia

Ridwan Kamil yang juga Pembina TP PKK Jabar menginginkan keakuratan data mengenai anak yang putus sekolah karena terkendala biaya. Dengan begitu maka kebijakan dan anggaran yang dikeluarkan tepat sasaran.

“Orang putus sekolah alasannya pasti tidak ada biaya, kita uang ada tapi karena salah data kita tidak bisa menolong si anak tadi. Karena itu PKK juga harus mendata supaya anggaran kita bisa efektif oleh data yang baik atau good data good decission,” terang Emil, sapaan akrab Gubernur.

Baca Juga:  Komunitas Tionghoa Kirim Bantuan 100 Juta Untuk Korban Bencana di NTT

Lebih lanjut Emil menuturkan, saat ini anggaran untuk menggratiskan biaya SMU/ SMK sedang dihitung oleh Bappeda Jabar. Bila sudah selesai dirinya berharap kebijakan tersebut disetujui oleh DPRD Jabar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga