Dinsos Akui Maraknya Gepeng

Dinsos Akui Maraknya Gepeng
ILUSTRASI
AMANKAN GEPENG: Dinsos menertibkan pengemis yangditemui di persimpangan jalan.
0 Komentar

CIMAHI –Dinas Sosial (Din­sos) Kota Cimahi mempre­diksi Gelandangan dan peng­emis (gepeng) akan banyak bermunculan seminggu se­sudah pelaksanaan puasa di bulan Ramadan.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Dinas Sosial Pengen­dalian Penduduk dan Kelu­arga Berencana Pemberday­aan Perempuan dan Perlin­dungan Anak Kota Cimahi, Erik Yudha, saat ditemui di Kelurahan Karang mekar, Ja­lan Gang Lurah Kota Cimahi, belum lama ini.

”Memang jika meliat tahun tahun sebelumnya kedatan­gan mereka (gepeng) sela­lu terjadi apalagi beberapa hari mendekati lebaran,” kata Erik.

Baca Juga:Klasik Beans, Raih Community Leadership Award Tahun IniJadwal PPDB Resmi Dirilis

Menurutnya, jika melihat yang sudah lalu, pada umumnya gepeng yang ke­rap berkeliaran rata-rata adalah Lanjut Usia (Lansia), ibu-ibu dengan modus membawa anak kecil hing­ga kategori anak.

”Mereka umumnya berope­rasi di tempat keramaian se­perti di sekitar Alun-alun Cimahi dan Jalan Gandawi­jaya,” ujarnya.

Dia mengakui, jika Kota Cimahi menjadi salah satu destinasi gepeng untuk mengais rezeki. Sebab, selain Cimahi jadi kota perlintasan, Cimahi juga seba­gai kota yang kerap dijadikan untuk mencari rezeki.

”Iya (Cimahi jadi tujuan gepeng). Coba nanti liat apa­lagi waktunya lebaran. Di Alun-alun itu kan pasti me­reka datang ke situ dimana orang berkumpul,” ucapnya.

Bukan hanya saat bulan puasa saja, kata Erik, pada bulan-bulan biasa pun Cimahi banyak dijadikan tujuan dari para gepeng. Tapi memang harus diakui jumlahnya bia­sanya kerap meningkat pada moment puasa dan lebaran.

”(Jumlahnya) fluktuasi. Waktu operasinya juga fluk­tuasi. Datang ke Cimahi pagi, siang pindah. Sore balik lagi. Pindah tempat,” katanya.

Erick menjelaskan, perma­salahan gepeng ini sangat sulit untuk ditangani. Apala­gi harus merubah paradigma supaya mereka tidak menge­mis lagi. Tindakan keras se­perti pengusiran pun tidak mungkin dilakukan pihaknya mengingat tak ada regulasi khusus untuk melarang ke­beradaan gepeng.

Baca Juga:Kunjungan ke Objek Wisata Alami Penurunan 50 PersenPemkab Siapkan Rencana Pembangunan 2020

”Yang jadi masalah seperti gepeng kita gak bisa ngusir. Nanti salah juga. Ini sulitnya menangani masalah gepeng,” jelasnya.

Sejauh ini yang bisa dilaku­kan Dinas Sosial Kota Cimahi, kata Erick baru sebatas pe­mantauan dan pembinaan. Pembinaan juga khusus bagi gepeng yang berdomisili di Kota Cimahi. Sementara dari luar, itu disarankan untuk kembali ke daerah asalnya.

0 Komentar