STPB Travel Mart Berpartisipasi dalam Pariwisata di Indonesia

STPB Travel Mart Berpartisipasi dalam Pariwisata di Indonesia
MAINKAN ANGKLUNG: Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Anang Sutono, Ketua STP NHI Bandung Faisal serta Kepala Dinas Pariwisata Gorontalo Nancy Lahay saat bermain angklung dalam acara “Travel Mart 2019” yang digelar NHI Bandung.
0 Komentar

BANDUNG– Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Perjalanan Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung yang berada di Se­tiabudhi 186, tahun ini kem­bali akan menggelar sebuah acara tahunan yang bertajuk “Travel Mart 2019”. Kegia­tan ini merupakan sebuah travel trade exhibition-fea­turing networking and con­trading opportunities yang bertujuan untuk membantu para pelaku bisnis perjalanan serta bisnis pariwisata yang menjadi tempat dalam mengambil keputusan me­milih produk wisata, mem­pertemukan klien baru,

memperluas jaringan para sellers maupun buyers dan terjalinnya hubungan kerja baru ataupun memperkuat bisnis yang sudah pernah terjalin sebelumnya.

Travel Mart ke 22 ini men­gusung tema “The Authen­ticity of Indonesia”, konsep Travel Mart tahun ini yaitu mempromosikan keunikan serta kekhasan Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) di In­donesia. Bertempat di Dome Malabar STP NHI Bandung, acara ini akan diseleng­garakan pada tanggal 24 hingga 25 April 2019.

Baca Juga:Kasus Jembatan Cisinga Tetapkan 5 TersangkaMinat Baca di KBB Diklaim Meningkat

Diselenggarakan selama 2 hari dan terbagi menjadi dua program utama yaitu hari pertama dikemas dalam bentuk system B2B (Business To Business) dimana mem­pertemukan para seller dan buyer secara langsung untuk bertukar informasi menge­nai produk yang dimiliki. Pertemuan tersebut diatur dengan system Round Robin Table Top dengan tujuan menciptakan komunikasi serta hubungan kerja bisnis yang efektif dengan mem­pertemukan kurang lebih 36 Domestic Sellers yang terdiri dari Airline, Hotel, Atraksi Wisata dan pelaku industri perjalanan dari 12 provinsi di Indonesia (Bang­ka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I Yogyakarta, DKI Jakarta, Bali, Nusa Teng­gara Timur, Kalimantan Tengah, Gorontalo dan Papua) dengan 70 Domestic Corpo­rate Buyers (yang didatangi dari Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Nusa Teng­gara Barat, Nusa Tenggara Timur) dan 8 International Corporate Buyers (Singapore, Malaysia, Thailand, Australia). Sedangkan pada hari kedua acara ini terbuka untuk ma­syarakat umum (Public Hour) atau disebut B2C (Business To Customer). Pada kesem­patan ini pengunjung akan mendapatkan informasi se­putar produk perjalanan wi­sata yang mereka butuhkan.

0 Komentar