Dari laporan yang diterima, sebagian besar petugas KPPS yang meninggal itu karena faktor kelelahan. Pihaknya juga sampai saat ini masih menginventarisir laporan dari KPU kabupaten/kota.
”Semuanya (diduga) karena faktor kelelahan. Dari sisi usia juga rata-rata memang sudah berumur,” ucapnya.
Dia juga mengaku, tengah memikirkan uang santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. Pihaknya juga sudah melaporkan hal kepada KPU RI termasuk Pemprov Jabar agar bisa sama-sama memberikan santunan.
Baca Juga:Kepala BPKSDMD Jabat Pj SekdaRatusan PNS Mendapatkan Penghargaan dari Presiden
”Kita lakukan pendataan kemudian dilaporkan ke KPU RI sedang dibicarakan pemberian santunan. Kemudian lapor juga ke Provinsi mudah-mudahan bisa beri santunan juga,” ucapnya.
Rifqi menambahkan, banyaknya petugas yang meninggal karena proses pemungutan dan pengitungan di Pemilu kali ini memang cukup melelahkan. Para petugas harus bekerja ekstra untuk mengitung lima surat suara.
’’ Di Jabar ini cukup banyak, karena jumlah TPS dan petugasnya juga sangat banyak. Di Jabar ada sekitar 33,2 juta pemilih paling banyak di Indonesia. Kedua TPS banyak ada 138 ribu TPS, dengan kurang lebih 950 ribu petugas KPPS,” ucapnya.
Sementara itu di pihak kepolisian yang melakukan tugas pengamanan pemilu sedikitnya 15 personel kepolisian gugur. 15 polisi yang meninggal tersebut tersebar di berbagai daerah, khususnya wilayah yang sulit dijangkau.
Karopenmas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, gugurnya 15 anggota kepolisian terjadi saat, sebelum dan sesudah pencoblosan. Mulai dari distribusi logistik, pengamanan pemilu, penghitungan suara dan pengawalan surat suara.
Menurutnya, anggota yang gugur itu mayoritas berasal dari luar pulau Jawa yang dikenal rawan. Dedi mencontohkan daerah rawan seperti Kalimantan Timur, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Dedi menyebut, di daerah tersebut kondisi geografis tiap tempat Pemungutan Suara (TPS) beragam. Ada yang lokasinya sangat jauh, sulit dijangkau dan bahkan ada yang gugur dalam kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga:Qori Salman Amrilla, Raih Sabilulungan AwardProses Open Bidding Sudah Ditangan Bupati
“Ya memang kondisi tiap orang berbeda. Kemudian kondisi masalah geografis TPS tersebut berbeda-beda,” kata Dedi.
Dedi mengaku, pihak Polri sangat berduka atas gugurnya 15 anggota tersebut. Ia menegaskan, para personel yang gugur nantinya mendapat kenaikan pangkat, perpanjangan gaji, santunan, dan hak lainnya.
