Korban Pemilu 140 Jiwa

Korban Pemilu 140 Jiwa
FEDRIK TARIGANJA/JAWA POS
 PAHLAWAN DEMOKRASI: Seorang petugas Polisi dirawat oleh petugas medis di ambulans akibat kelelahan menjaga tempat PPK di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (18/4).
0 Komentar

Dari laporan yang diterima, sebagian besar petugas KPPS yang meninggal itu karena faktor kelelahan. Pihaknya juga sampai saat ini masih menginventarisir laporan dari KPU kabupaten/kota.

”Semuanya (diduga) karena faktor kelelahan. Dari sisi usia juga rata-rata memang sudah berumur,” ucapnya.

Dia juga mengaku, tengah memikirkan uang santunan kepada keluarga yang diting­galkan. Pihaknya juga sudah melaporkan hal kepada KPU RI termasuk Pemprov Jabar agar bisa sama-sama mem­berikan santunan.

Baca Juga:Kepala BPKSDMD Jabat Pj SekdaRatusan PNS Mendapatkan Penghargaan dari Presiden

”Kita lakukan pendataan kemudian dilaporkan ke KPU RI sedang dibicarakan pem­berian santunan. Kemudian lapor juga ke Provinsi mudah-mudahan bisa beri santunan juga,” ucapnya.

Rifqi menambahkan, ba­nyaknya petugas yang mening­gal karena proses pemungu­tan dan pengitungan di Pe­milu kali ini memang cukup melelahkan. Para petugas harus bekerja ekstra untuk mengitung lima surat suara.

’’ Di Jabar ini cukup banyak, karena jumlah TPS dan pe­tugasnya juga sangat banyak. Di Jabar ada sekitar 33,2 juta pemilih paling banyak di In­donesia. Kedua TPS banyak ada 138 ribu TPS, dengan kurang lebih 950 ribu petugas KPPS,” ucapnya.

Sementara itu di pihak ke­polisian yang melakukan tugas pengamanan pemilu sedikitnya 15 personel kepo­lisian gugur. 15 polisi yang meninggal tersebut tersebar di berbagai daerah, khususnya wilayah yang sulit dijangkau.

Karopenmas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, gugurnya 15 anggota kepoli­sian terjadi saat, sebelum dan sesudah pencoblosan. Mulai dari distribusi logistik, peng­amanan pemilu, penghitung­an suara dan pengawalan surat suara.

Menurutnya, anggota yang gugur itu mayoritas berasal dari luar pulau Jawa yang di­kenal rawan. Dedi mencon­tohkan daerah rawan seper­ti Kalimantan Timur, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Dedi menyebut, di daerah tersebut kondisi geografis tiap tempat Pemungutan Suara (TPS) beragam. Ada yang lokasinya sangat jauh, sulit dijangkau dan bahkan ada yang gugur dalam kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga:Qori Salman Amrilla, Raih Sabilulungan AwardProses Open Bidding Sudah Ditangan Bupati

“Ya memang kondisi tiap orang berbeda. Kemudian kondisi masalah geografis TPS tersebut berbeda-beda,” kata Dedi.

Dedi mengaku, pihak Polri sangat berduka atas gugurnya 15 anggota tersebut. Ia me­negaskan, para personel yang gugur nantinya mendapat kenaikan pangkat, perpan­jangan gaji, santunan, dan hak lainnya.

0 Komentar