”Saya melihat sendiri saat blusukan banyak para lansia yang terlihat kurang sehat dan tidak terpelihara karena faktor ekonomi tapi tak mendapat bantuan apapun dari pemerintah,” jelasnya.
Hal itu, kata Aida, menunjukan jika pendamping PKH selama ini memang bekerja tidak maksimal.
”Kalau kerjanya bener seharusnya jika ada permasalahan akan segera diketahui dan cepat akan mencari solusi sebelum permasalah menjadi numpuk dan bergejolak,” tandasnya.
Baca Juga:Belasan Pesenam Akan Berlaga di The Bangkok GymnasticJarak Elektabilitas Makin Pendek
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Erik Yudha saat dikonfirmasi mengungkapkan, sejauh ini para pendamping PKH langsung di bawah Kementerian sosial.
”Untuk melamar jadi pendamping mereka daftar secara online ke kemensos. Jadi semua di bawah kendali pusat,” ungkap Erik.
Sementara terkait kebenaran jika PKH tidak tepat sasaran, Erik meminta jika memang ada kesalahan dilapangan, maka sebaiknya saat melapor, pelapor menyertakan data dan fakta. Sehingga pihaknya akan lebih mudah untuk menindaklanjutinya.
”Selama ini ada pada masalah data. Memang sebagian bilang PKH tidak tepat sasaran dan ini sebenarnya bagus agar menjadi kontrol, tapi harusnya ada bukti dan fakta secara data supaya ada perbaikan. Itu kalau kita sama-sama maun memperbaiki data. Sejauh ini yang dilaporkan bersama data sudah kita tindak lanjuti,” tegasnya.
Menurutnya, bisa saja laporan yang masuk saat ini akibat dari kecemburuan sosial warga, sebab tidak dapat dipungkiri jika siapa saja menginginkan yang namanya bantuan dari pemerintah dan itu yang menimbulkan kecemburuan.
”Jadi sekali lagi saya minta yang melaporkan atau mengatakan tidak tepat sasaran itu, tolong kami beri datanya agar dapat dikoresksi. Kalau tidak ada data gimana harus mengkoreksinya,” pungkasnya.(ziz)
