Verifikasi Inovasi Jabar

Verifikasi Inovasi Jabar
CICIPI KOPI KHAS JABAR: Sekda Jabar Iwa Karniwa, Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi, Kepala Bapeda, dan Tim Penilaian dari Bappenas dan Tim Independen mendapat cenderamata berupa kopi asli Jabar dari Dinas Perkebunan untuk memperingati hari Kopi nasional yang jatuh pada tanggal 11 Maret 2019.
0 Komentar

’’Berikut juga untuk Inovasi kabupaten/Kota. Kita secara paralel terus melakukan me­nyaringan oleh tim penilai,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Bap­peda Jar M Taufik Budi San­toso mengatakan, inovasi yang dimiliki Provinsi jabar ada 37 yang merupakan program juara Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Dia menilai, Pada Inovasi tersebut ada cara pandang baru dalam mensyusun pe­rencanaan, salah satunya dengan menerapkan Pentha­helix yaitu, kerterlibatan dari pihak akademisi, para pelaku bisnis, komunitas dan pihak lainnya.

’’Itu menjadi bagian penting dalam pengembangan Inovasi,”kata dia.

Baca Juga:Perbedaan Jangan Jadi Persatuan Bangsa RusakPerang Hoaks di Dunia Maya, Danger !

Selain itu, Inovasi juga bisa dengan melakukan kolabo­rasi pendanaan. Dan yang suda dirasakan manfaatnya seperti pembangunan Ban­dara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Taufik menuturkan, inovasi sebetulnya sarana untuk mem­berikan pelayanan lebih baik. Sehingga kedepan bisa mengimbangi perubahan yang dinamis.

’’Pa gubenur kan sudah me­minta bahwa saat ini pemerin­tahan kita sudah Dinamic Govermen artinya kita harus beradaptasi dengan kebutu­han,” kata dia.

Di era industrialisasi sekarang pemerintahan harus sudah bisa menyesuaikan per­kembangan teknologi digital, seperti Aplikasi, Digitalisasi adalah bagian dari proses Inovasi aplikasi yang kita la­kukan.

’’Jadi ada tiga kelompok yaitu bagaimana kita menyi­apkan aplikas, menyiapkan permodelan, dan ketika me­nyiapkan simulasi.Jadi ketiga itu adalah bagian dari layanan inovasi pemprov Jabar,” ucap dia. (yan)

Disinggung mengenai apa­kah peluang lolos oleh tim penilai, dia meyakini inovasi-inovasi yang jadi unggulan pemprov Jabar seperti pembangunan desa One Vil­lage one Company, One Pe­santren One Produk, Desa Digital, yang termasuk keda­lam 37 Inovasi lainnya dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jabar. Namun, untuk penilaian harus diserahkan sepenuhnya kepada tim eva­luasi.

’’Tahap pertama sudah kita lalui jadi kita menunggu saja, dan kita sudah menyampaikan dan tim penilaian ini besok ren­cananya akan melihat BIJB un­tuk memverifikasi ke lapangan langsung,” pungkas Taufik. (yan)

0 Komentar