Kota Bandung Masuk Dua Besar Pencegahan Korupsi

BANDUNG– Pemerintah Kota Bandung masuk dua besar Monitoring Center for Prevention (MCP) untuk wi­layah Jawa Barat. Hal itu terungkap dalam Rapat Ko­ordinasi Pencegahan Korup­si dan Optimalisasi Pendapa­tan Daerah Provinsi Jawa Barat 2019 di Gedung Sate, Kamis (28/2/2019).

Perlu diketahui, MCP adalah penilaian Komisi Pemberan­tasan Korupsi (KPK) berda­sarkan kerangka kerja pema­haman elemen-elemen risiko korupsi berdasarkan sektor, wilayah atau instansi yang rentan terhadap korupsi.

Atas hal tersebut, Plt. Sekre­taris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna menyebutkan, keberhasilan ini tak lepas dari beberapa sistem dan re­gulasi yang sudah termaksi­malkan di Kota Bandung. Oleh karenanya, Ema bertekad agar Kota Bandung dapat menjadi yang terbaik untuk Monitoring Center of Prevention (MCP).

”Kita akan mengejar agar bisa mendapat yang terbaik. Kendati itu bukan menjadi tujuan,” ujar Ema.

Ema menambahkan, untuk meningkatkan upaya pence­gahan tindak pidana korupsi, Pemerintah Kota Bandung akan mengikuti arahan yang sudah diberikan KPK.

”Bisa dari penguatan kelem­bagaan, atau penguatan sum­ber daya manusia, itu bebera­pa aspek di dalamnya,” ujarnya.

Ema menyebutkan, saat ini, transparansi dalam menja­lankan roda pemerintahan merupakan sebuah keharusan. Di luar hal tersebut, kehadiran teknologi juga tak bisa terela­kan. Teknologi bisa menjadi alat penunjang agar mengha­dirkan kemudahan, kecepatan, serta keterbukaan dalam pe­layanan untuk masyarakat.

“Kita sudah sangat familiar dengan hadirnya teknologi. Itu dapat menjadi alat penunjang. Banyak aplikasi layanan masy­arakat dihadirkan untuk berori­entasi pada kemudahan, kece­patan, dan keterbukaan infor­masi,” jelas Ema. (mg1/drx)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan