Tak Kuasai Materi Debat

Tak Kuasai Materi Debat
TAK AKURAT: kedua capres dinilai kurang menguasai materi debat kedua dengan tema Energi dan Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup.
0 Komentar

JAKARTA – Debat Publik Pil­pres 2019 putaran kedua yang bertemakan Energi dan Pangan, Sumber Daya Alam dan Ling­kungan Hidup, dan Infrastuk­tur menyisakan banyak rasa penasaran di benak publik. Sebab, diduga terdapat data dan fakta tidak akurat yang disampaikan petahana atau calon presiden nomor urut 01.

Menilai hal tersebut, Direk­tur Eksekutif, wahana Ling­kungan Hidup Indonesia (WALHI), Nur Hidayati me­nilai bahwa dalam debat Pil­pres kemarin, Minggu (17/2) kemarin merupakan satu bukti nyata bahwa Joko Wi­dodo (Jokowi) maupun Pra­bowo tidak menguasai ma­teri terkait lingkungan hidup.

”Baik Jokowi maupun Pra­bowo Subianto sama-sama tidak menyentuh akar perma­salahan terkait lingkungan hidup yang ada di Tanah Air. Apalagi Joko Widodo cenderung hiper­bola atau mengklaim secara berlebihan terkait prestasinya,” tegas Nur Hidayati di Jakarta, Senin (18/2).

Baca Juga:Tengkorak Manusia Ditemukan di Kawasan HutanMan United Hadapi Wolverhampton di Perempat Final Piala FA

Nur Hidayati mengatakan, klaim terlalu berlebihan yang dia sematkan kepada Jokowi terkait pembahasan kebakaran hutan dan konflik. Dalam debat, Capres petahana itu menyebut tak ada kebakaran hutan se­lama tiga tahun terakhir.

”Faktanya, dari data titik panas yang diolah WALHI, dari 8.617 titik panas sepanjang 2018, titik panas berada di lahan gambut,” paparnya

Dalam pembangunan infra­struktur, masih ada pula konflik-konflik besar, terma­suk agraria, penggusuran, hingga kriminalisasi. Dia menyebut pernyataan-per­nyataan Jokowi semalam membuahkan kesan bahwa lingkungan bisa diabaikan demi mengejar pembangunan.

Tidak jauh berbeda dengan Jokowi, capres 02 Prabowo Subianto juga tidak memiliki tawaran-tawaran atau alterna­tif dari persoalan yang terjadi. Prabowo disebut belum me­miliki strategi dalam melaks­anaan pembangunan ke depan.

Jadi tataran, masih jargon ya kami akan melakukan hal yang berbeda, mendorong kedaulatan dan lain-lain. Te­tapi yang ingin kita lihat gi­mana caranya. ”Bagaimana capres 02 itu memiliki me­tode atau model yang ber­beda dengan 01, itu yang kita tidak dapatkan gitu. Jadi ya itulah, hanya jargon-jargon saja,” tandas Yaya biasa wa­nita ini disapa.

Menyusahkan Perenca­naan Pembangunan

Sementara itu, Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkap­kan, agar tidak membingung­kan publik alangkah baiknya berbagai data dan fakta yang dianggap tidak akurat tersebut diklarifikasi agar publik ter­cerahkan. Klarifikasi diper­lukan agar berbagai data dan fakta yang keluar saat debat tidak menjadi kontroversi atau isu yang tidak sehat di publik.

0 Komentar