oleh

Warga Diminta Membuat Biopori Jumbo

Pengolahan sampah secara mandiri oleh masyarakat bisa menekan pembuangan sampah ke TPA. “Kami harap ke depan, hanya 30 persen sampah yang dibuang ke TPA. Sisanya dikelola masyarakat baik melalui biopori, TPS 3 R, maupun bank sampah,” ujarnya.

Kepala Dinas LH KBB Apung Hadiat Purwoko juga mengungkapkan, masalah sampah memang tak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Sebab, jumlah armada dan personel pengangkut sampah sangat terbatas.

Baca Juga:  Ada-ada saja! di Darat Disekat, Nelayan Asal Mundu Nekat Mudik Naik Perahu

Apalagi, setelah 2020 nanti, TPA regional akan berpindah dari Sarimukti ke Legoknangka. Jika volume sampah tidak ditekan, akan menambah beban anggaran daerah. “Apalagi, tipping fee di Legoknangka lebih besar 8 kali lipat daripada di Sarimukti. Jadi, perlu berbagai upaya dan dukungan masyarakat untuk mengatasi masalah sampah ini,” tandasnya. (drx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga