Sementara itu, Ketua TAP Tri Hanggono Ahmad mengatakan, pembentukan tim ini didasari makin kompleks, disrupsi dan persaingan yang akan dihadapi oleh daerah. Jika Pemprov Jabar dijalankan dengan pola pemerintahan yang biasa, maka upaya percepatan pembangunan tidak akan bisa dilakukan.
”Diperlukan tim yang memberi masukan, fasilitas pada network, tetap yang menggulirkannya birokrasi,” katanya.
Tri menjelaskan, salah satu aspek yang akan dikawal dan diakselerasi pihaknya adalah urusan biaya pembangunan yang selama ini melulu mengandalkan APBN dan APBD. Terkait hal itu, tim kata dia, harus ikut melahirkan pola-pola pembiayaan baru yang bisa menjadi andalan Pemprov Jabar.
Baca Juga:Wisata Burung Puyuh Berikan EdukasiJumlah Pelanggan Ditargetkan Bertambah
”Membantu hal-hal lain ini datang, tim inilah yang harus memberikan masukan dan jalan keluar,” katanya.
Selain berisi struktur Pemprov sebagai pengarah, tim ini terbagi dalam dua kategori yakni Dewan Pakar dan Dewan Eksekutif. Dewan Pakar salah satunya terdiri dari Erry Riyana Hardjapamekas mantan komisioner KPK, Koesmayanto Kadiman mantan Menristek hingga anggota Senat ITB. (bbs/rie)
