Tanamkan Pendidikan Karakter, SMA Negeri 17 Gelar Festival Literasi 2018

Tanamkan Pendidikan Karakter, SMA Negeri 17 Gelar Festival Literasi 2018
SERAHKAN PIALA: Kepala SMA Negeri 17 Kota Bandung, Iim Imron Rosyadi saat menyerahkan piagam dan piala pada pemenang lomba pada Puncak Festival Literasi dan Pemilihan Mojang Jajaka dan Valitara 2018 di Kampus SMA Negeri 17, Kamis (13/12).
0 Komentar

Digelarnya festival itu pun bukan tanpa alasan, salahsatu­nya, untuk mengukur seberapa ketercapaian dari proses lite­rasi harian di kelas, dan untuk meningkatkan daya kompetisi anak digelar festival literasi.

”Kegiatannya setiap tahun berubah, tahun kemarin apa dan sekarang apa tapi se­muanya berbasis kebangsaan. Ini semua dalam rangka un­tuk mengukur ketercapaian, atau bahkan membangunkan potensi-potensi yang terpen­dam. Seperti kemarin pada waktu Maulid Nabi Muham­mad SAW. Saya tidak tahu kalau anak-anak punya po­tensi di bidang tarik suara, mirip-mirip Nisa Sabyan, gambus. Ternyata ada, ketika ditampilkan. Jadi itu kan menjaring bibit-bibit, dan orientasi ke depan akan mun­cul ke FLS2N,” jelasnya.

“Dan mengapa ini harus menjadi kegiatan rutin di SMAN 17? Karena dipandang anak-anak SMAN 17 atau bu­daya baca sendiri sudah mu­lai agak pudar. Kalau tidak mulai dibiasakan,” imbuhnya.

Baca Juga:Cabut Hak Politik KoruptorDiduga Dipakai Pilkada

Pada acara tersebut juga ada festival kuliner nusantara (Valitara), yang sudah ber­langsung selama dua tahun. Pada valitara disajikan ber­bagai kuliner, khas nusantara termasuk mojang dan jajaka­nya. Namun, untuk tahun ini mojang dan jajakanya terba­tas dari Jawa Barat.

“Nilai literasinya dimana? Jadi mereka mencari referensi. Kalau ingin menyajikan makanan Ka­limantan, misalnya. Apa sih ciri khas makanan Kalimantan itu, kemudian anak-anak mencari, Kalimantan itu di mana letaknya, dan sejarahnya bagaimana, po­tensinya apa dan sebagainya,” tutupnya. (ign)

0 Komentar