Menurutnya, hal utama adalah bagaimana masyarakat bisa memilih calon pemimpin-pemimpin ini dengan hati yang jernih. Masyarakat bisa memilihnya atas dasar kepentingan bangsa ini ke depan. Tidak akan lebih dari lima menit berada di TPS, tapi itu akan menentukan lima tahun ke depan. Jika memilih dengan menggunakan akal sehat. (drx)
Hormati Segala Perbedaan


NGAMPRAH– Memilih calon pemimpin tentu setiap orang akan berbeda-beda. Perbedaan itulah yang harus dihormati setiap orang. Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPRD Bandung Barat, Samsul Ma’arif di Padalarang, kemarin.
Menurut Politisi PPP itu, dengan saling menghormati perbedaan maka akan tercipta suasana yang aman, kondusif dan damai.
“Masyarakat kita sudah dewasa apalagi pemilu ini sudah kita laksanakan puluhan tahun terakhir di mana kita memasuki era demokrasi yang dibebaskan untuk memilih siapapun calonnya,” terangnya.
Samsul menambahkan, terciptanya Pemilu yang damai maka akan berdampak juga manfaatnya bagi masyarakat tanpa ada konflik di tengah masyarakat.
“Kalau aman dan damai, maka masyarakat juga yang akan merasakannya,” pungkasnya. (drx)
Jangan Saling Menghujat


NGAMPRAH– Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, H. Sunarya Erawan memandang, salah satu kiat agar Pileg dan Pilpres berjalan dengan aman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka semua pihak harus kompak menjaga marwah politik ini. Kiat lainnya, masing-masing calon ketika sedang berkampanye tidak usah menjelekan calon lainnya.
Justru lebih baik, tim sukses atau partisipan, bisa menampilkan kebaikan-kebaikan calonnya. Karena jika hanya mengorek-ngorek kejelekan calon lain, malah menimbulkan perpecahan. Ini yang harus dihindari oleh semua pihak.
“Memang dalam setiap pemilu, persaingan itu selalu ada. Tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan langkah dan itikad yang baik. Untuk menjaga kondusivitas di lingkungan masyarakat, mari kita ciptakan persaingan yang sehat,” ungkapnya. (drx)
Hindari Politik Uang