Kemudian yang ketiga menurut Bahlil, Negara harus hadir untuk mengayomi para UMKM dari serangan investor asing. Hipmi merasa terpanggil, sebab anggota Hipmi itu 98 persen UMKM.
”Saya inikan pernah UMKM, kalau yang lain ngomong UMKM saya gak tau meraka pernah UMKM atau gak, kalau saya pernah bekerja dengan omzet 60 juta, saya pernah merasakan itu, pada tahun 2002-2003. Jadi sekali lagi Hipmi menghimbau agar segera mencabut poin kebjiakan paket 16 pada daftar negatif investasi,” pungkas Bahlil. (and/ign)
