GARUT – Kemampuan siswa/siswi SMK Indonesia telah diakui negara-negara Asean. Hal ini dengan terbukti berhasilnya siswa/siswi SMKN 4 Garut mengukir prestasi dalam ajang bergengsi Sea Creative Camp Seamolec 2018 yang merupakan ajang perlombaan bidang teknologi multimedia yang diikuti 180 peserta dari seluruh negara di Asean.
Dilansir dari laman resmi Disdik Jabar, dalam lomba Batch 1 yang digelar secara daring ini, Animasi 2D berjudul Dougar (singkatan dari Domba Garut) berhasil menjadi Juara 1. Dan pada lomba Batch 2 SMKN 4 Garut berhasil meraih Juara 1 untuk aplikasi Augmented Reality Technology (Artes), sebuah aplikasi yang dapat mengubah gambar menjadi 3 dimensi melalui apilkasi android. Masih pada Batch 2, SMKN 4 Garut juga menyabet Juara Favorite Participants untuk Animasi 2D Kruncy Team. Animasi 2D tersebut menjadi juara favorit karena bukan hanya teknik pembuatan animasinya saja yang diujikan, namun bagaimana cara menjual animasi itu sendiri salah satunya merchandise.
”Semua ide berasal dari anak-anak, kami sebagai pihak sekolah mendukung, mengembangkan, dan membantu mewujudkan ide mereka. Meski sebenarnya basic SMK kami itu pertanian, tapi kami juga mengenalkan teknologi melalui multimedia agar pertanian menjadi lebih modern lagi,” kata Kepala SMKN 4 Garut Hendri.
Baca Juga:In-Kyun Datang Maung Makin PDEze Bisa Diduetkan Dengan Agung Mulyadi
Dengan prestasi dibidang multimedia ini tak mengherankan jika SMKN 4 Garut mendapatkan pengakuan dari organisasi Oracle Academy. Demikian disampaikan Hendri saat ditemui di sela-sela acara Pameran Pendidikan Kejuruan Jawa Barat, EPITECH XII 2018 yang dilaksanakan di Lapangan Olahraga Kerkoff, Jalan Merdeka, Haurpunggur, Kabupaten Garut, Rabu 14 November 2018. Hasil karya para siswa ini juga menjadi salah satu yang dipamerkan dalam pameran tersebut.
Dari prestasi Sea Camp tersebut, Hendri mengatakan para siswanya mendapat kesempatan untuk mempresentasikan produk mereka di depan asosiasi World Didac di Bangkok Thailand. World Didac merupakan Asosiasi Perdagangan Global untuk industri sumberdaya pendidikan (global trade association for the educational resources industry).
Ahmad Timbul Sholeh, pembimbing dari para siswa yang berkompetisi mengatakan, semua produksi baik aplikasi augmented ataupun film animasi 2D dikerjakan semua oleh para siswa.
