Polisi: Tiga Orang Telah Diamankan

Polisi: Tiga Orang Telah Diamankan
TETAP TENANG: Screen capture video pembakaran benderatauhid yang dianggap sebagai bendera HTI yang sudah dilarang.
0 Komentar

”Jangan coba-coba sakiti hati umat Islam wahai oknum Banser,” geramnya.

Atas aksi tersebut, Tatang meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap oknum pembakar bendera HTI yang ironisnya dilakukan di peringatan hari santri. ”Itu dibakar di hari santri, aparat harus menangkap oknum banser NU pembakar kalimat tauhid itu,” tegasnya.

Tak hanya di Kabupaten Garut, di Sumedang peringatan HSN sempat diwarnai kericuhan lantaran adanya aksi sekelompok pemuda yang mengibarkan bendera putih bertuliskan kalimat tauhid dengan warna hitam.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PCNU Sumedang, Jandri Ginting, membenarkan adanya kejadian itu, dirinya mendapat informasi dari salah seorang anggota Banser yang melihat adanya sekelompok orang yang membawa bendera Panji Rasulullah.

Baca Juga:Hasil Rekuitmen CPNS Harus ASN TerbaikASN Kenakan Busana Muslim

Sehingga mereka beranggapan bahwa para gerombolan itu adalah kelompok HTI yang jelas-jelas sudah dilarang di Indonesia.

”Kalau bukti atribut itu sama sekali tidak ada, hanya saja mereka membawa bendera itu. Kita tidak menuding bahwa mereka itu adalah anggota HTI, hanya saja bendera itu identik dengan HTI,” tutur Jandri pada sejumlah awak media, Sumedang di sela kegiatan HSN di Gedung IPP Setda Sumedang, kemarin (22/10).

Selain itu lanjut Jandri, panitia juga curiga dengan alasan mereka yang tidak mengatasnamakan pondok pesantren ditambah membawa bendera itu. Sehingga dirinya khawatir hal ini akan menjadi kejadian yang tidak diinginkan.

”Sebetulnya kita tidak melarang, karena ini momennya semua santri serentak secara nasional. Hanya saja kita menyangkan atribut yang dibawa ternyata yang seperti itu, kan dalam aturannya dilarang,” katanya.

Jandri juga membenarkan, pasca-para pemuda itu meninggalkan Kantor IPP, sempat terjadi keributan. Beruntung hal itu tidak berlangsung lama, lantaran panitia bisa meredam emosi para Banser yang mulai terpancing oleh ulah sekelompok orang tersebut.

”Tadi ada salah seorang dari mereka yang menyebut kata kata kasar yang ditujukan kepada anak-anak Banser. Alhamdulillah kita berhasil lerai supaya tidak terjadi keributan,” terangnya.

Pantauan wartawan, sekelompok pemuda tersebut sempat diamankan untuk menjaga hal hal yang tidak diinginkan. Panitia HSN mencoba berkomunikasi secara persuasif untuk mengkonfirmasi asal muasal para pemuda/i itu. Diketahui mereka merupakan pemuda majelis ta’lim yang berpartisipasi dalam peringatan HSN, namun sesuai dengan instruksi pusat bahwasanya bendera yang identik dengan HTI dilarang dikibarkan.

0 Komentar