Demi merealisasikan prediksi tersebut, Emil, sapaan akrabnya, mengajak Bupati dan Walikota yang hadir untuk bersama-sama menjalankan perjanjian yang diusulkannya.
”Kita ubah pola kita supaya yang saya sampaikan tadi tercapai, mari kita janjian ya lima tahun kedepan. Ini hanya tawaran saja untuk kebaikan bersama,” kata Emil saat menjadi narasumber pada Workshop Kepemimpinan Visioner Kepala Daerah, di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann Bandung.
Emil mengemukakan enam usulan janji selama lima tahun ke depan. Pertama, mengubah metode komunikasi antara Gubernur dan Bupati/Walikota. Bila sebelumnya komunikasi dilakukan di ruang-ruang formal dan seremonial, Emil inginkan adanya pertemuan rutin yang bersifat non-formal, sebagai momen untuk sharing bersama. Rencananya, pertemuan rutin ini akan dilaksanakan setiap tiga bulan, dengan tuan rumah bergantian.
Baca Juga:Prabowo Tekankan Jaga Persatuan IndonesiaMenanti ‘Nyali’ KPK
Usulan kedua yakni membentuk tim khusus untuk melobi APBN, sekaligus meminta kawalan KPK. Emil mengatakan, tim ini diperlukan mengingat kebutuhan Jabar akan APBN cukup tinggi, namun dana yang didapat relatif kecil. Ia mengungkapkan pihaknya akan mencari orang-orang dengan kemampuan komunikasi dan lobby yang mumpuni dalam tim.
”Kalau bisa tiga bulan sekali urang ngariung (kita berkumpul), untuk curhat dan sharing. Intinya saya menawarkan sebuah ruang baru, jangan sampai seperti dulu, bertemu hanya di panggung seremoni,” kata Emil.
”Sumatera Selatan APBD-nya hanya 10 triliun, tapi APBN-nya bisa 50 sampai 70 triliun, mengapa? karena jago melobi Sedangkan Jabar ditolak meeting dua kali sudah pundung dan balik kanan (pulang),” katanya.
Usulan yang ketiga yaitu pembukaan akses CSR. Emil menyatakan pihaknya akan menyediakan sebagian dana CSR bagi Kabupaten/Kota yang memerlukan tambahan anggaran. Selain itu, pembagian dana akan ditambah dengan usulan keempat, yakni ‘rezeki’ dari kunjungan ke luar negeri. Dalam lima tahun kedepan, kata Emil, akan banyak lobby-lobby ke luar negeri. Nantinya, setiap rezeki berupa hibah ataupun investasi dari negara yang dikunjungi, akan dialokasikan untuk pemenuhan kekurangan anggaran di seluruh Jawa Barat. (mg1/ign)
