Kasus HIV Tewaskan Tiga Orang

Kasus HIV Tewaskan Tiga Orang
MENGANCAM NYAWA:Kasus korban HIV di Kabupaten Bandung Barat setiap tahun terus terjadi. Untuk tahun ini, Dinas Kesehatan mencatat ada tiga orang yang meninggal dunia akibat perilaku gaya hidup tidak sehat tersebut.
0 Komentar

NGAMPRAH– Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat mencatat ada 25 penderita human immunudeficiency virus (HIV)/Acquired Immune Deficiensy Syndrome (AIDS) yang dilaporkan meninggal dunia. Dari jumlah itu, tiga di antaranya terjadi pada tahun 2018.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Hernawan Widjajanto menyebutkan, sejak tahun 2011 lalu 
kasus meninggalnya penderita AIDS di KBB mulai ditemukan. Total kasus HIV/AIDS yang ditemukan sampai saat ini mencapai 323 kasus.

“Dari tahun 2011 sampai tahun 2018 ini, setidaknya ditemukan 323 penderita HIV AIDS. Sementara, 4 meninggal di tahun 2017 dan 3 meninggal di tahun 2018 ini. Secara kumulatif total yang meninggal mencapai 25 orang. Karena virus ini memang menyerang pada ketahanan tubuh seseorang,” katanya, Minggu (7/10).

Baca Juga:TJSL Belum Dapat CSRPADI Bidik Kemenangan di Bekasi

Hernawan menjelaskan, dengan adanya warga KBB yang dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. Pihaknya pun menyarankan agar warga datang ke puskesmas. Apalagi, menurutnya 32 puskesmas di KBB sudah bisa melayani pemeriksaan HIV/AIDS. “Khusus masyarakat yang beresiko, kami sarankan untuk datang ke puskesmas. Sebab di puskesmas masyarakat juga bisa langsung ditangani seperti konseling dan diberikan obat secara rutin,” katanya.

Lebih lanjut Hernawan menuturkan, saat ini jumlah paling tinggi pengidap HIV/AIDS yakni Heteroseks, LSL dan
ibu rumah tangga. Bahkan menurutnya ibu rumah tangga mencapai 25 persen. “Justru selama ini ibu rumah tangga sangat rentan tertular virus. Sehingga setiap ibu hamil sekarang 100 persen wajib diperiksakan,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Bandung Barat hampir di semua kecamatan di KBB telah ditemukan kasus HIV/AIDS. Dengan meningkatnya penyebaran tersebut sehingga cukup memprihatinkan. Ketua KPA KBB Lilli Koemasdi menyebutkan, 3 Kecamatan seperti Padalarang, Cikalongwetan dan Lembang merupakan paling tinggi terjadinya kasus HIV/AIDS ini.

“Dalam kasus yang ditemukan ini,  usia rata-rata 25 tahun sampai 49 tahun dengan persentase sekitar 67 persen. Bahkan, tidak sedikit banyak penderita HIV ini sampai meninggal dunia karena sudah begitu parah menyerang tubuh. Kami juga terus melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga pola gaya hidup sehat dan tidak melakukan seks bebas,” tandasnya. (drx)

0 Komentar