Sementara itu, Master Teacher Bimtek Integrasi STEM, Eny Lestari memaparkan, dalam Bimtek tersebut dirinya bersama master teacherĀ lainnya mencoba berbagi pengalaman dan juga pengetahuan terkait pendekatan pembelajaran berbasis STEM. Dengan begitu, terdapat suatu integrasi di antara mata pembelajaran science, matematika dan teknik.
āSelama ini kan kita memisahkan pembelajaran A, B, C. Dengan STEM kita upayakan bagaimana satu mata pembelajaran itu bisa dinilai oleh berbagai macam disiplin ilmu,” kata Eny.
Eny mengatakan, dalam pembelajaran berbasis STEM juga terdapat satu metoda belajar, yakni engineering desain proses. Melalui metoda itu, peserta didik dirangsang untuk bisa mendesain suatu model yang berhubungan dengan materi. Model tersebut, lanjut dia, harus dianalisis dan diuji para siswa.
Baca Juga:Posisi Sekda Diumumkan Pekan DepanPembatasan Minimarket Perlu Dikaji
āNah di situlah sebetulnya siswa mendapatkan konsep seutuhnya tentang satu materi yang sedang dipelajari,ā kata dia.
Dijelaskan dia, metoda pembelajaran berbasis STEM memiliki fokus utama, yakni student for studentĀ dan tidak lagi teacher center. Artinya, siswa tidak lagi dicekoki dengan materi, tetapi mereka dibawa ke dalam permasalahan untuk kemudian diselesaikan dengan metode STEM.
āDari situ mereka dilatih dan kemudian dituntun untuk bagaimana menyelesaikan satu masalah tersebut dengan membentuk satu model,ā kata dia.Ā (mg1/ign)
