BANDUNG – Kesejahteraan seluruh anggota menjadi perhatian khusus Ikatan Pengemudi Pariwisata Bandung (IP2B). Untuk itu, IP2B meluncurkan aplikasi berbasis koperasi yang diberi nama ‘kemudi’. Aplikasi tersebut dinilai bisa mengakomodir keuangan anggota IP2B.
Ketua Umum IP2B, Martasalino mengatakan, selain layanan koperasi bagi para pengemudi yang tergabung dalam IP2B, aplikasi tersebut mengelola sistem keuangan anggota. Dirinya menyebut, semua masalah yang menyangkut kesejahteraan anggota bisa dikelola melalui aplikasi ‘kemudi’.
“Untuk kesejahteraan anggota kita utamakan. Insya Allah aplikasi IP2B berbasis koperasi bisa mensejahterakan karena itu dari anggota untuk anggota,” kata Marsalino di Bandung, kemarin.
Baca Juga:SDA Raih Pengelola OP Irigasi TerbaikDPMPTSP Akan Telusuri CV Tesco
Marsalino mengungkapkan, jumlah anggota di Kota Bandung yang tergabung dalam IP2B saat ini berjumlah kurang lebih sebanyak 500 orang. Semua anggota kebanyakan berprofesi sebagai pengemudi, khususnya angkutan pariwisata di Kota Bandung.
“Tidak menutup kemungkinan kita juga akan melebarkan sayap kita ke daerah lain seperti Puncak, Garut dan lain-lain,” kata dia.
Untuk menjadi anggota IP2B, kata dia, tentunya diperlukan kriteria khusus karena anggota IP2B tidak hanya diharuskan mengemudi. Marsalino menyebut, anggota IP2B juga harus mempunyai kemampuan sebagai pemandu bagi wisatawan.
“Ada beberapa pelatihan yang kita lakukan bagi anggota. Tentunya agar seluruh anggota IP2B menguasai keterampilan berbahasa, attitude dan lainnya,” kata dia.
Dikatakan dia, attitude adalah bagian terpenting bagi anggota IP2B. Pasalnya, pengemudi harus mampu memberikan pelayanan yang baik pada para pengguna jasa angkutan pariwisata. Untuk itu, pihaknya menekankan kepada anggota agar mengetahui cara berpakaian sopan dan rapih.
“Berbahasa dan pelayanan paling diutamakan. Cara berkendara juga salah satunya, kesiapan pengendara dan keselamatan kendaraannya,” kata dia.
Menurutnya, untuk keselamatan, IP2B memiliki peraturan tersendiri. Pengemudi terlebih dahulu diwajibkam melakukan pengecekan kendaraan sebelum memulai perjalanan. Tentunya, hal itu dilakukan menjamin keselamatan penumpang maupun pengemudi.
Baca Juga:Satpol PP Tantang DewanWarga Pasrah Jalur KA Ciwidey Diaktifkan
“Mulai dari rem dan lainnya termasuk ban kalau udah mulai tipis jangan dipakai,” kata dia.
Diharapkan dia, ke depan IP2B mampu semakin berkembang menjadi organisasi yang lebih baik dan bisa menaungi pengemudi pariwisata. Dia meminta seluruh anggota bisa berkumpul dan memberikan kontribusi positif bagi organisasi.
