oleh

Pembukaan CPNS Diminta Ditunda

NGAMPRAH– Menyikapi banyaknya guru honorer yang melakukan aksi unjukrasa serta mogok mengajar, membuat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bandung Barat meminta pemerintah pusat menunda pelaksanaan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dijadwalkan berlangsung 19 September 2018.

Sebab, pembatasan usia guru honorer yang boleh ikut seleksi CPNS dinilai sebagai pemicu aksi mogok mengajar yang dilakukan guru honorer di 10 kecamatan di KBB beberapa hari terakhir. “Kami meminta pemerintah pusat menunda pelaksanaan seleksi CPNS 2018. Selain itu, PGRI juga mengusulkan agar Peraturan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 36/2018 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2018, direvisi,” tegas Ketua PGRI KBB Juhro Hamdan di Lembang.

Dia mengemukakan, guru honorer telah memberikan konstribusi besar terhadap dunia pendidikan di KBB. Keberadaan mereka cukup vital, membuat PGRI KBB bersikap untuk ikut memperjuangkan para guru honorer. Apalagi aksi mogok mengajar guru honorer sangat berpengaruh besar terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM). Walaupun hal itu masih bisa ditanggulangi oleh guru PNS, dia meminta agar aksi mogok segera diakhiri.

Jumlah tenaga honorer di KBB baik K-2 maupun bukan K-2, mencapai 5.080 orang. Mereka terdiri atas 696 guru mengajar di PAUD, 3.897 SD, dan 487 SMA. “Kami mengusulkan guru honorer di sekolah negeri mendapat SK Bupati, peningkatan tunjangan guru honorer dari pemerintah daerah dan menaikan tunjangan daerah bagi guru PNS, kepala sekolah, penilik, dan pengawas,” ujar dia.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga