oleh

Bus Maut Dua Tahun Tak KIR

Sementara untuk 1 orang korban meninggal dunia. Petugas Jasa Raharja sedang memastikan domisili dari ahli waris. Budi mengungkapkan, 16 orang korban luka-luka pada kecelakaan bus tersebut, Jasa Raharja telah menerbitkan Surat Jaminan Biaya Perawatan ke 4 Rumah Sakit. Sebanyak 7 orang dirawat di RS PMI Bogor, 5 orang dirawat di RS UMI Empang Bogor, 3 orang dirawat di RS Siloam Bogor, dan 1 orang dirawat di RSCM Jakarta.

Atas kejadian tersebut, Budi menyampaikan turut belasungkawa. Sebagai wujud hadirnya negara, aturan pemberian santunan diberikan sesuai UU Nomor 33 dan PMK Nomor 15 tahun 2017,

”Bagi korban meninggal dunia, maka Jasa Raharja memberi hak santunan sebesar Rp 50 juta kepada ahli waris korban meninggal dunia, dan menerbitkan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit dimana korban dirawat, dengan biaya perawatan maksimum Rp 20 juta terhadap korban luka luka,” jelas Budi.

Senada dikemukakan Bupati Bogor Hj Nurhayanti, pihaknya mengapresiasi jajaran PT Jasa Raharja (Persero) yang bertindak cepat dan tepat karena kurang dari 24 jam sudah memberikan santunan bagi keluarga korban baik yang meninggal maupun luka – luka.

”Kinerja PT Jasa Raharja ini bukti bahwa pemerintah hadir dalam masalah yang dialami masyarkatnya. Saya ucapkan banyak terima kasih dan semoga bantuan bisa mencukupi seluruh pembiayaan yang dibutuhkan oleh ahli waris dan korban,” kata Nurhayanti.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga