oleh

Bus Maut Dua Tahun Tak KIR

Sementara itu, dugaan lain sang kernet lah yang mengendarai sampai akhirnya bus tersebut meluncur ke jurang. Sebab sopir utamanya ngantuk dan kecapekan. ”Sudah perjalanan berapa jam. Diambil alih sekitar 30 atau 40 KM menjelang TKP,” jelasnya.

Terkait penumpang sendiri totalnya ada 39 orang. 37 karyawan dan dua orang merupakan awak bus. Jumlah tersebut sudah kelebihan muatan. Pasalnya jok dalam mobil tersebut hanya 31. ”Ada kelebihan beberapa orang,” paparnya.

Kedepan, Refdi menegaskan jajarannya akan mendalami dan menuntaskan kejadian tersebut agar tidak terulang kembali.

”Kita fokus sisi jalan dan lainnya. Apalagi untuk jalan perlu tindakan segera. Sehingga nanti bisa dilakukan apa yang akan ditentukan. Termasuk meminta keterangan dari korban lainnya” katanya.

Dirinya mengimbau pengguna jalan untuk selalu menaati aturan dan kewajibannya. Hal itu untuk keselamatan dan kewajiban orang lain. ”Mencegah lebih bagus daripada mengobati,” pungkas Refdi.

Sementara itu, PT Jasa Raharja menyerahkan santunan ke seluruh ahli waris korban. Santunan diserahkan Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo S dan Bupati Bogor Nurhayanti ke 15 orang ahli waris dari 21 orang korban meninggal dunia di Pendopo Kabupaten Bogor.

”Hari ini juga ditempat terpisah sudah dilakukan pembayaran santunan kepada lima ahli waris korban meninggal dunia. 2 orang di Sukabumi, 1 orang di Medan, 1 orang di Cirebon dan 1 orang di Tangerang Selatan,” kata Budi, kemarin (9/9).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga