Pertamina Donasi 3.200 Sepatu untuk 10 SD

Pertamina Donasi 3.200 Sepatu untuk 10 SD
ISTIMEWA
PERTAMINA EKSPEDISI SETAPAK: Jajaran Pertamina MOR III dan Pertamina Motor Club (PMC) Ekspedisi Sehari Tanpa Alas Kaki ke sejumlah sekolah di Banten dengan memberikan donasi berupa 3.200 pasang sepatu kepada anak sekolah di 10 sekolah dasar, Rabu (15/8)
0 Komentar

BANTEN — Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) bertemakan Pertamina Ekspedisi Sehari Tanpa Alas Kaki (Setapak) di SD Gombong 4, Desa Tanjung Jaya, Banten, Rabu (15/8). Sebanyak 3.200 pasang sepatu diberikan ke 10 sekolah dasar (SD) termasuk yang ada di Banten.

Pertamina Donasi 3.200 Sepatu untuk 10 SDVP CSR & SMEPP Pertamina Agus Mashud mengatakan, program Pertamina Ekspedisi Setapak ini sudah kedua kalinya dilangsungkan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, donasi sepatu yang diberikan tidak hanya berasal dari Pertamina sebagai perusahaan, tetapi juga para volunteer Pertamina yang dengan sukarela ikut menyumbangkan sepatu. Rinciannya, sebanyak 2.489 pasang dari Pertamina dan 711 pasang dari pekerja dan mitra kerja Pertamina.

Agus menjelaskan, pada program Pertamina Ekspedisi Setapak tahun ini, selain berfokus pada pemberian bantuan sepatu, dari jauh-jauh hari pihak Pertamina mengajak para pekerjanya dan stakeholder untuk meningkatkan rasa empati dan berkontribusi.

Baca Juga:Dishub Catat 8.000 Pelanggaran LalinBingung Tentukan City Branding

“Dengan semangat employee volunteerism, mereka bisa berkontribusi dengan memberikan donasi sepatu bagi anak-anak sekolah dasar yang memiliki keterbatasan secara ekonomi. Di mana di beberapa daerah, anak-anak ini tidak menggunakan sepatu ke sekolahnya,” terang Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, melalui program Ekspedisi Setapak, Pertamina berkomitmen untuk dapat berkontribusi dalam kemajuan pendidikan terutama di daerah-daerah terpencil di Indonesia. Salah satunya menghadirkan beberapa pekerja yang sukarela meluangkan waktu mereka untuk mengajar dan berbagi semangat kepada anak-anak.

“Beberapa pekerja kami turun langsung untuk berbagi semangat dan cerita. Kami sangat mengapresiasi semangat anak-anak untuk bersekolah, walaupun mereka harus berjalan ke sekolah tanpa alas kaki. Terkadang kaki mereka luka dan berdarah. Tapi tidak menyurutkan langkahnya untuk terus sekolah dan menuntut ilmu. Sehingga banyak di antara mereka yang berprestasi,” tambahnya.

0 Komentar