CIMAHI – Lahan ilalang dan pohon bambu seluas 300 meter yang berada di Gunung Bohong ludes dilalap sijago merah. Peristiwa kebakaran tersebut menyedot perhatian masyarakat sekitar. Dan baru dapat dipadamkan pada dini hari.
Proses pemadaman sendiri cukup menyulitkan petugas. Sebab, akses masuk berada di ketinggian 50 meter tersebut terhalang oleh tembok pembatas rumah warga.
Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat, A. Effendi mengatakan, untuk memadamkan pihaknya menurunkan sebanyak empat unit truk pemadam kebakaran dari Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.
Baca Juga:Jokowi Gandeng Ma’ruf AminPerketat Pengawasan Layanan
Selain akses menyulitkan, kendala lain yang dihadapi timnya yakni jauhnya jarak sumber air untuk mengisi ulang mesin pompa air penyemprot titik api.
“Yang terdekat itu ada balong (danau kecil) di lingkungan Brigif 15 Kujang. Kalau airnya habis, kami terpaksa menunggu suplai datang dulu,” jelasnya.
Menurut Effendi, api cepat membesar lantaran rumput kering akibat kemarau dan angin membantu api menjalar ketempat lain, sehingga api makin membesar. Bahkan, kebakaran menyedot perhatian masyarakat sekitar dan pengendara yang melintas.
Ratusan warga memadati lokasi di sekitar kawasan yang terbakar, keberadaan warga menyebabkan kemacetan sehingga akses truk pemadam kebakaran cukup terhambat.
Tidak hanya petugas damkar dan masyarakat sekitar, Anggota Polres Cimahi dan anggota Kodim 0609/Kabupaten Bandung ikut turun tangan untuk membantu memadamkan bara api sisa kebakaran. Bahkan, peninjauan dipimpin langsung oleh Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara dan Dandim 0609/Kabupaten Bandung, Letkol Arh Andre Wira Kurniawan.
Rusdy mengatakan, saat meninjau lokasi kebakaran pihaknya menurunkan sekitar 100 personel gabungan untuk membantu memadamkan bara api yang masih menyala pada empat titik.
“Pemadamannya dengan cara manual. Bara api benar-benar padam sekitar pukul 01.30 WIB, saat ini sudah aman,” kata Rusdy.
Baca Juga:Dukung Potensi Budaya Bandung Lewat Festival Pesona LokalVictor Igbonefo : Kami Tak Boleh Santai
Ia mengatakan, pemadaman bara api di atas bukit dilakukan dengan cara manual sebab mobil pemadam kebakaran tidak memungkinkan untuk masuk ke lokasi kebakaran karena kondisi jalan terjal.
Anggota gabungan tersebut, lanjut Rusdy, menyisir empat titik api agar kondisi di lokasi kebakaran benar-benar aman dan tidak membahayakan warga sekitar.
