14 Kali Gempa Susulan Guncang Lombok Utara

Lombok Diguncang Gempa 7SR-
SYAMSUL ARDYA SYAH RELAWAN DMC FOR JAWA POS
EVAKUASI DARURAT: Pasien di RS Tanjung Lombok Utara terpaksa di bawa ke luar ruangan untukmenghindari hal hal tak diinginkan akibat gempa bumi 7 SR di Lombok Utara pada Minggu (5/8).
0 Komentar

LOMBOK – Gempa kembali mengguncang di Lombok Utara dengan kekuatan 7 Skala Richter (SR). Sebelumnya gempa dengan magnitude 6.4 SR pada Minggu (29/7) lalu mengakibatkan sejumlah banyak korban manusia dan materi.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menjelaskan, gempa terjadi di Nusa Tenggara Barat, dengan lokasi 18 kilometer barat laut Lombok Timur, 22 kilometer timur laut Lombok Utara, 42 kilometer timur laut Lombok Tengah dan 48 kilometer timur laut Mataram.

Gempa ini, lanjut dia, berpotensi tsunami. Kesimpulan ini didapatkan dari peta gempa. ”Waktu tiba gelombang dapat berbeda. Gelombang pertama bisa saja bukan yang terbesar. Kami imbau warga tetap waspada,” jelas Topo.

Baca Juga:Empat Begal Ditembak DitempatAmankan Api Obor Kirab Asian Games

Lebih lanjut Sutopo menjelaskan Gempa 7SR itupun diikuti dengan gempa susulan. Ada 14 kali gempa susulan. ”Hingga saat ini telah ada 14 kali gempa susulan,” tambahnya.

Gempa pertama terjadi pada pukul 18.46 WIB dengan kekuatan 7 SR pada kedalaman 15 km. Pusat gempa 18 km Barat Laut Lombok Timur NTB. Gempa berpotensi tsunami. ”Gempa dirasakan di Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Pulau Bali hingga Jawa Timur bagian Timur. Guncangan sangat keras dirasakan di Kota Mataram. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Masyarakat berlalu lalang di jalan dengn kondisi gelap karena listrik padam,” papar Sutopo.

Kristina, 35, warga Ciptomulyo, Malang membenarkan dirinya merasakan getaran gempa yang terjadi di Lombok Utara. ”Kerasa gempa, nggak lama dan nggak kencang, tapi terasa,” katanya.

Saat itu, dia yang akan menunaikan salat Isya sampai harus lari keluar rumah, sambil membawa anaknya yang masih berusia 4 tahun, Neymar. ”Saya takut ya, khawatir. Apalagi di Lombok barusan gempa dengan banyak korban jiwa,” katanya.

Warga Kepanjen, Kabupaten Malang, Syaiful Ulum, juga merasakan gempa. Kala itu, dia tengah menyaksikan pertandingan Arema FC kontra Persija Jakarta, di Stadion Kanjuruhan.

Saat tengah asyik menyaksikan pertandingan, tiba-tiba saja dia merasakan getaran di tribun tempatnya duduk. Awalnya dia tidak menyangka bahwa terjadi gempa.

”Saya kira karena tribun ramai dengan suporter yang memberikan semangat, jadi ada terasa getaran. Ternyata setelah lihat di WhatsApp grup, baru tahu jika gempa di Sumbawa,” bebernya.

0 Komentar