Evakuasi Terkendala Sulitnya Medan

evakuasi pendaki rinjani
IVAN/JPG/JABAR EKSPRES
 LANGSUNG DIEVAKUASI: Para tukang ojek ikut membantu evakuasi para pendaki yang terluka dari pos II Sembalun, kemarin (30/7).
0 Komentar

Lainnya pendaki lokal, yakni dari Aik Beriq satu orang, Mataram dua orang, Lombok Tengah satu orang, Lingsar satu orang, Janapria satu orang, Pengunjung asal KLU empat orang, Lombok Timur 17 orang. Terakhir ada beberapa Pengunjung yang tidak mengisi register sembilan  orang. ”Sisanya itu adalah porter,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram I Nyoman Sidakarya menjelaskan, proses evakuasi mengalami kesulitan, karena di lokasi tidak ada sinyal. Akses untuk bisa masuk ke danau juga tertutup tanah longsor, sehingga tim kesulitan masuk. ”Sekarang sedang berproses, mudahan berjalan lancar,” katanya.

Dengan adanya para pemandu dalam tim, diharapkan proses evakuasi tidak mengalami kendala berarti. Dia juga berahap tidak ada gempa susulan yang bisa menghambat evakuasi. ”Mudahan dalam satu hari evakuasi bisa selesai,” tandasnya.

Baca Juga:Prabowo Gencar Bahas KoalisiBantah Cabut Layanan Kesehatan

Sementara itu, Mabes TNI kembali mengirim pasukan untuk membantu masyarakat pasca gempa 6,4 skala richter mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB). Senin (30/7) 142 prajurit Kopassus diterbangkan ke Lombok. Sebanyak 70 di antaranya bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sisanya terbang dari Malang. Menurut Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung, pengerahan prajurit Kopassus sesuai perintah panglima TNI.

Setelah mendapat informasi masih ada ratusan pendaki terjebak di Gunung Rinjani, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memerintahkan untuk mengerahkan prajurit Kopassus. ”Saya mendapatkan perintah dari panglima TNI untuk segera menyiapkan pasukan pendaki serbu dari Kopassus,” ucap Lodewyk. Selain pasukan pendaki serbu, Mabes TNI turut menyertakan tim kesehatan dan tim perhubungan.

Lodewyk menyebutkan, seluruh prajurit Kopassus yang dikirim ke Lombok fokus membantu evakuasi ratusan pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani. ”Tugasnya yang pertama mendrop logistik. Kemudian menggunakan alat dan peralatan yang ada untuk bisa mengevakuasi masyarakat atau turis,” tutur dia. Guna membantu pergerakan prajurit Kopassus itu, Kodam IX/Udayana sudah menyiapkan dua helikopter.

Kedua helikopter tersebut, sambung Lodewyk, bisa menjadi opsi untuk dipakai mengevakuasi pendaki. Mabes TNI sengaja mengirim prajurit Kopassus untuk memastikan proses evakuasi ratusan pendaki dari Gunung Rinjani lebih cepat. Sehingga jumlah korban meninggal dunia tidak bertambah lagi. Sejauh ini, jenderal bintang dua TNI AD itu menyebutkan bahwa hanya satu pendaki yang meninggal dunia pasca insiden gempa.

0 Komentar