JAKARTA – Demam Asian Games (AG) 2018 kian terasa. Berbagai acara dibuat khusus untuk menyosialisasikan AG yang tinggal 18 hari itu. Partisipasi masyarakat diharapkan untuk jadi tuan rumah yang baik. Peluang ekonomi juga begitu besar dari ajang olah raga multi event terbesar se-Asia itu.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan AG akan diikuti tak kurang dari 17 ribu atlet dan official yang akan berlaga di Jakarta dan Pelembang. Dia berharap masyarakat bisa menjadi tuan rumah yang baik untuk tamu dari 45 negara se-Asia itu.
”Kita harus menjadi tuan rumah yang baik, ramah, menolong, juga menjadi penonton dan supporter untuk tim Indonesia yang bertanding,” ujar JK saat senam sehat di lapangan timur Monumen Nasional (Monas). Acara untuk sosialisasi AG itu menargetkan diikuti 18.818 peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) se-Indonesia. Jumlah peserta itu adalah tanggal pembukaan AG.
Baca Juga:Simpan Owi/ButetJustin tetap Pede Hadapi Asian Games
JK menuturkan sukses AG bukan hanya sukses penyelenggaraan saja. Tapi juga sukses prestasi. Dia berharap dengan dukungan langsung dari masyarakat untuk menyaksikan pertandingan itu bisa membantu para atlet Indonesia jadi lebih semangat meraih medali. ”Karena salah satu hal yang menggembirakan dan membanggakan kalau banyak medali yang diperoleh atlet-atlet kita,” ujar dia.
Sejauh ini, target Indonesia bisa masuk dalam sepuluh besar klasemen akhir AG. Beberapa cabang olah raga olympic yang menjadi andalan mendulang emas di antaranya bulutangkis, atletik, layar, dan balap sepeda. Sedangkan di cabor non-olympic yang diharapkan bisa meraih emas adalah pencak silat dan sepak takraw.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebutkan sukses AG juga berkaitan dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan ribuan atlet dan official yang akan datang itu juga memberikan peluang ekonomi bagi warga.
”Semuanya inovasi, mulai jualan souvenir, makanan, whatever lah ya semua itu menjadi bagian,” kata dia usai acara Setneg FunRun Asian Games 2018.
Dia menyebut warga juga diminta agar menjadi tuan rumah yang baik. Lantaran sepanjang perhelatan AG hingga 2 September itu citra Indonesia di mata dunia akan teringat terus. ”Dan harus diingat ini adalah branding Indonesia, promosi Indonesia. Jadi brand kita harus baik untuk meningkatkan kepercayaan internasional kepada kita,” tambah dia.
