Sebagian besar waktu, tenaga dan ide-ide seorang guru dituangkan untuk kemajuan anak didiknya. Dia rela mengorbankan waktunya untuk merenung dan mendapatkan ide-ide brilian untuk menciptakan strategi mengajar yang dapat membuat anak didiknya senang. Mengajar bukan sekedar rutinitas pekerjaan, tetapi suatu panggilan hati atau panggilan jiwa yang secara emosional, kita benar-benar ikhlas dan senang untuk melakukannya. Kondisi inilah yang disebut dengan passion.
Passion bisa diartikan sebagai panggilan jiwa atau panggilan hati. Passion dapat juga dikatakan sebagai sebuah perasaan atau emosi terhadap suatu hal yang membuat seseorang sangat berantusias dan tidak pernah bosan dalam melakukannya sehingga melakukan hal secara ikhlas dan sukarela. Passion merupakan motivasi dalam bekerja. Ketika seseorang memiliki passion dalam pekerjaannya, mereka cenderung kurang peduli terhadap perilakunya ketika sedang bekerja, untuk menghasilkan lebih banyak hasil dan lebih banyak kepuasan dari pekerjaannya itu.
Setiap hari, ratusan ribu bahkan jutaan guru terbangun dari tempat tidurnya untuk melakukan beragai aktivitas rutin mereka. Pertanyaannya, apakah yang menggerakkan hati guru tersebut? yaitu passion. Menjadi seorang guru adalah tugas yang sangat mulia. Alangkah indahnya proses belajar mengajar bila guru sebagai motivator dalam belajar dapat benar-benar enjoy untuk melakukan pengajaran kepada anak didiknya. Keberhasilan anak didik merupakan keberhasilan guru sebagai pendidiknya. Seorang guru dapat dikatakan sukses menjadi guru bila memiliki kebahagiaan sesungguhnya, yaitu berupa kepuasan batin bahwa dia berhasil mencetak para generasi bangsa agar tumbuh cerdas dan berakhlak mulia.
Baca Juga:Berjalan Lancar Tanpa Ada PerpeloncoanPLS Tingkat SMA 2018 Menyenangkan
Passion menjadi seorang guru, berarti dia benar-benar menyukai dan tidak merasa terbebani melakukan hal apapun yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. Guru memiliki prinsip ingin membuat anak didiknya berkembang, maju dan berhasil. Rela dari hari ke hari, waktu ke waktu, memikirkan, merenungkan ide-ide kreatif dan brilian apa yang dapat membuat anak didiknya berhasil hingga menggapai harapan dan cita-cita mereka.
Seorang guru tidak mengukur segalanya hanya dari uang belaka. Passion yang dimiliki karena dia memiliki perasaan secara emosional dari hati yang paling dalam bahwa dia benar-benar mencintai anak didiknya. Dia juga berdedikasi tinggi atas perannya sebagai seorang guru, kreatif dan inovatif, pembelajar sejati, sabar dan peduli. Tantangan dan rintangan apapun tidak akan mengendorkan semangat yang telah tertanam. Semangat besar terhadap tantangan dan rintangan yang dia hadapi, bahkan justru membuat dia semakin tertantang untuk menaklukkannya. Kepuasan dari pekerjaannya sebagai seorang guru didasari oleh keberhasilannya dalam memberikan nilai manfaat bagi sesama dan diri sendiri.
